2 Warga Meninggal Terdampak Bencana, Bupati Andri Warman Ungkap Duka

Sungai Landia, kaba12 — Bupati Agam Dr.Andri Warman ungkap duka mendalam menyusul musibah tanah longsor yang terjadi Sabtu, (25/3) pagi di kompleks mesjid Nurul Ishlah Gantiang, Pasar Sungai Landia, Jorong Ateh Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, yang menewaskan 2 warga setempat.

Dua warga yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan material bangunan tempat berwudhu (WC) kompleks mesjid yang rubuh dihantam tanah longsor akibat terbannya tebing tanah propinsi di atas lokasi kompleks mesjid tersebut.

Dua korban yang meninggal masing-masing Yanti, (45) meninggal dunia di lokasi kejadian dan sempat tertimbum material bangunan tempat berwudhu, dan Darliana, (70) yang meninggal di puskesmas IV Koto untuk mendapat penanganan darurat, namun nyawanya tidak tertolong.

Kedua korban tidak bisa diselamatkan setelah tertimbun material bangunan WC-tempat berwudhu, saat keduanya akan mengambil wudhu untuk melanjutkan kegiatan dzikir usai shalat subuh seperti yang rutin dilakukan di mesjid Nurul Ishlah tersebut.

Kedua korban, Sabtu, (25/3) siang sudah dikebumikan di pandam pakuburan keluarga tak jauh dari lokasi kejadian, yang dilepas khusus Bupati Agam Dr.Andri Warman bersama ketua TP.PKK Agam Ny.Yenny Andri Warman yang langsung turun ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan adanya musibah tersebut.

Di rumah duka, Bupati Agam H.Andri Warman mengungkap duka mandalam pada keluarga korban menyusul musibah yang terjadi di hari ketiga Ramadhan tersebut, “ atas nama pribadi dan pemerintah, kami sangat berduka akan musibah yang terjadi, bahkan menyebabkan 2 warga kita meninggal dunia, “ ungkapnya di rumah duka korban longsor Sungai Landia, Sabtu,(25/3).

Bupati Agam yang datang ke lokasi kejadian bersama Kapolresta Bukittinggi Kombes Yessi Kurniati disambut kepala BPBD Agam Bambang Warsito di lokasi kejadian bersama unsur Forkopimca IV Koto dan warga setempat, terlihat terenyuh menyaksikan kondisi kedua korban yang terbujur kaku di tengah rumah mereka, “ kita berduka akan musibah ini, “ungkapnya dengan nada pelan.

Usai di rumah duka, Bupati Agam bersama Kapolresta Bukittinggi itu langsung meninjau kejadian di beberapa titik, baik lokasi kompleks WC mesjid Nurul Ishlah yang roboh dihantam longsor, titik ruas jalan yang terban, dan beberapa lokasi lain yang terdampak longsor yang menewaskan 2 warga setempat yang akan melanjutkan kegiatan ibadah pasca shalat subuh itu.

Bupati Agam Dr.Andri Warman juga menyebutkan beberapa catatan penting yang harus dilakukan untuk penanganan pasca bencana longsor di kawasan itu, terutama perbaikan sarana MCK dan WC mesjid, mengantisipasi ancaman longsor yang masih berpotensi terjadi, termasuk mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman longsor dan banjir yang kini rentan terjadi menyusul cuaca ekstrem yang masih terus melanda wilayah kabupaten Agam.

Sementara menurut Bambang Warsito, kepala BPBD Agam, pihaknya bersama tim gabungan penanganan pasca bencana, masih melakukan pembersihan material longsor yang menimbun kompleks WC mesjid Nurul Ishlah tersebut, termasuk mengamankan jalur jalan terdampak longsor yang dikuatirkan masih berpotensi roboh karena lokasi terdampak yang miring serta langlah antisipasi bersama jajaran Forkopimca IV Koto.

HARMEN

0Shares