IV Koto, kaba12 — Dampak cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat, (24/3) malam hingga Sabtu, (25/3) dini hari menyebabkan serangkaian musibah d kabupaten Agam. Tercatat pohon tumbang terjadi di dua lokasi, masing-masing di Tanjung Mutiara dan Ampek Nagari, yang menyebabkan akses jalan terputus tersekat pohon tumbang.
Yang memprihatinkan, dampak cuaca buruk memicu longsor di Jorong Gantiang, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto yang menyebabkan 2 warga meninggal dunia masing-masing Yanti, (45) dan Darliana, (70) di kompleks mesjid Nurul Ikhlas Sungai Landia, IV Koto.
Informasi yang diperoleh kaba12, korban Yanti, sempat tertimbun longsoran tanah dan material bangunan WC mesjid Nurul Ikhlas saat bersama Darliana dalam wc tersebut. Kedua korban berhasil dievakuasi beberapa jam setelah kejadian oleh tim gabungan BPBD Agam, Yanti dilaporkan meninggal di lokasi kejadian sementara Darliana, meninggal di puskesmas IV Koto setelah sempat mendapat perawatan medis.

Menjawab kaba12, kepala BPBD Agam Bambang Warsito menyebutkan, pihaknya sudah menyiagakan seluruh personil di lokasi kejadian untuk membantu penanganan dampak bencana, dimana dalam kurun waktu 6 jam pasca hujan lebat di kabupaten Agam tercatat 4 kejadian, termasuk longsor di Sungai Landia.
Dijelaskan, kejadian pertama yakni pohon tumbang yang terjadi Gasan Ketet Tanjung Mutiara yang menyebabkan akses jalan lintas Sumatera tersekat dan sudah diatasi, kemudian di Jorong Malabua, Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari, pukul 01.30 dini hari ini menyebabkan akses jalan tersekat. Pukul 04.00 WIB Sabtu dini hari, pohon tumbang di kawasan Sungai Jariang yang menyebabkan teras parkir rumah warga tertimpa pohon.

Peristiwa nahas selanjutnya terjadi di Jorong Gantiang, Sungai Landia, IV Koto. Hujan lebat menyebabkan longsor memicu longsor yang menyebabkan WC Masjid Nurul Ikhlas tertimpa material, warga yang berada dalam bangunan wc itu dilaporkan tertimbun material longsor dan bangunan, dan 2 warga dinyatakan meninggal.
“ Kita sudah mengerahkan seluruh personil ke lokasi kejadian untuk membantu penanganan pasca longsor di kompleks mesjid Nurul Ikhlas dan mengantisipasi aktivitas warga di tebing yang tergerus longsor Sungai Landia yang sangat rawan, “ jelas Bambang Warsito.
Bambang Warsito menghimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang potensinya masih tinggi di kabupaten Agam, terutama di kawasan yang selama ini rentan longsor dan banjir, “ kita tengah tangani dampak longsor di Sungai Landia bersama unsur terkait, “ungkap Bambang Warsito.
HARMEN
