Lubukbasung, kaba12 — Kalangan DPRD Agam apresiasi Bupati Agam Dr.Andri Warman, yang langsung merespon laporan dan informasi masyarakat terkait dengan ancaman longsor yang semakin meluas di area sungai Batang Lolo, Sungai Jariang, Lubukbasung.
Bahkan, diharapkan dengan peninjauan langsung Bupati Agam, Selasa,(21/2), upaya penanganan di lapangan bisa segera dilakukan, mengingat potensi ancaman longsor di dua titik rawan yang mengancam jaringan SUTET PLN dan kompleks TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Sungai Jariang sangat tinggi.

Hal itu disebutkan M.Ater Dt.Manambun, anggota DPR Agam dari Dapil.I Agam (Lubukbasung-Tanjung Mutiara), menanggapi survei langsung Bupati Agam ke lokasi terdampak longsor akibat berpindahnya aliran sungai Batang Lolo Sungai Jariang tersebut.
Dijelaskan M.Ater Dt.Manambun yang juga tokoh ninik mamak Nagari Lubukbasung itu, pihaknya sangat kuatir jika penanganan dampak longsor itu tidak segera dilakukan, akan memicu dampak yang lebih besar, karena saat ini areal kompleks TPU Pemkab.Agam yang sudah hampir 100 meter ke dalam sungai yang terban, termasuk tower jaringan SUTET PLN yang saat ini hanya tinggi sekitar 7 meter dari tepi teping yang longsor.
“ Kita berharap, Pemkab.Agam segera menangani hal itu, solusi awalnya, normalisasi aliran sungai Batang Lolo, aliran sungai yang ada saat ini, diharapkan bisa dikembalikan pada posisi awal, sehingga tidak langsung menghantam tebing pebukitan yang diatasnya berada pemukiman penduduk, “ ungkap M.Ater Dt.Manambun.

Seperti diberitakan kaba12 sebelumnya, Bupati Agam Dr.Andri Warman, sengaja survei lapangan ke lokasi terdampak longsor, dan menyaksikan 2 titik yang rawan ambruk dampak pindahnya aliran sungai Batang Lolo tersebut.
Survei lapangan itu bupati didampingi kepala BPBD Agam Bambang Warsito, Kadinas Sosial Rahmi Artati, tim PSDA DPUTR Agam, pj.walinagari Sungai Jariang Lubukbasung Indranova Dt. Panduko Basa bersama para personil dan unsur terkait lain.
HARMEN
