Dishut Sumbar Tunjuk Nagari Koto Kaciak Jadi Lokasi Arboretum

Koto Kaciak, KABA12 — Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) dan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya menetapkan Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, sebagai lokasi pembangunan arboretum tahun 2025.

Penunjukan ini menjadi bagian dari program strategis Dishut Sumbar dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis kehutanan sosial.

Kepala UPTD KPHL Agam Raya, Dewi Safnita, menyampaikan bahwa penunjukan Koto Kaciak sebagai lokasi arboretum didasarkan pada kesiapan kelembagaan nagari, partisipasi masyarakat, serta dukungan lahan yang memadai.

“Nagari Koto Kaciak sangat cocok karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat, LPHN, dan pemerintah nagari. Kami ingin menjadikan Koto Kaciak sebagai model pengelolaan hutan konservatif di Agam bagian barat,” kata Dewi Safnita dalam Sosialisasi Arboretum di MDA Langsung, Nagari Koto Kaciak, Selasa (16/9).

Ia menambahkan bahwa arboretum tidak hanya menjadi kawasan koleksi tumbuhan hutan, tapi juga berfungsi sebagai laboratorium alam dan pusat edukasi bagi generasi muda dan masyarakat umum.

“Tanaman di hutan tidak perlu ditebang, tapi dikelola secara eksotis dan lestari. Ini adalah peluang untuk edukasi sekaligus konservasi jangka panjang,” tambahnya.

Sementara Wali Nagari Koto Kaciak, Syawaldi bersama Ketua LPHN Koto Kaciak S Dt Tumbasa Nan Kuniang menyambut baik penunjukan ini dan menyampaikan terima kasih kepada Dishut Sumbar atas kepercayaan yang diberikan.

Pihaknya sangat mendukung terhadap program ini dan menyatakan siap bekerja sama dalam tahap persiapan dan pemeliharaan arboretum

“Kami berkomitmen dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, Koto Kaciak bisa menjadi pusat edukasi dan wisata berbasis kehutanan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BSPTH Sumbar, Era Sulastri, menjelaskan bahwa pembangunan arboretum merupakan bagian dari program prioritas Dishut Sumbar tahun 2025, yang bertujuan menyelamatkan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Saat ini kami sudah membangun lima arboretum di Sumatera Barat. Untuk tahun 2025 ada dua lokasi yang akan dibangun yaitu Nagari Koto Kaciak, Agam dan Sumpur Kudus, Sijunjung. Lokasi itu ditunjuk karena telah memenuhi syarat seperti adanya dukungan kelembagaan, sosial, dan kondisi ekologi yang memadai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa arboretum akan menjadi lokasi koleksi dan pelestarian tanaman endemik Sumatera Barat dan Indonesia, yang akan diberi label sebagai bagian dari sarana edukasi dan identifikasi keanekaragaman hayati.

“Setelah survei, kami lihat Koto Kaciak sangat cocok. LPHN dan KUPS sudah aktif, masyarakat kompak, dan lahannya siap,” ujarnya.

Dalam tahap awal, beberapa infrastruktur penunjang akan dibangun, seperti lubang tanam, gazebo, gerbang masuk, papan nama tanaman, pagar tanaman, serta jalur interpretasi. Selain itu 100 batang tanaman endemik akan ditanam dalam waktu dekat dengan lahan 3 hektar.

“Kelompok masyarakat juga akan dilibatkan dalam persiapan lokasi, pemeliharaan tanaman, dan pengelolaan kawasan arboretum secara berkelanjutan,” katanya.

Program pembangunan arboretum ini diharapkan Nagari Koto Kaciak tidak hanya berperan sebagai penjaga kelestarian hutan, tetapi juga menjadi contoh sukses pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang produktif dan edukatif.

(Bryan)

0Shares