Defisit Murni RAPBD 2024 Agam Capai 284,1 Milyar, Dr.Andri warman : Peningkatan PAD Prioritas

Lubukbasung,kaba12 — Potensi defisit murni anggaran Kabupaten Agam mencapai Rp284,1 Milyar lebih yang terangkum dalam RAPBD 2024 sesuai nota pengantar yang disampaikan Bupati Agam Dr.Andri warman saat sidang paripurna DPRD Agam, di ruang sidang utama gedung dewan Jumat,(29/9).

Pembahasan RAPBD 2024 yang diawali dengan penyampaian nota pengantar oleh Bupati Agam berpedoman pada rencana kerja pemerintah daerah 2024 dan 6 kondisi ekonomi makro daerah, masing-masing pertama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mengalami peningkatan sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya.
“Angka ini memberikan sinyal ekonomi Agam secara perlahan mulai bangkit dari resesi ekonomi akibat pandemi pada dua tahun sebelumnya,” sebutnya.

Kondisi kedua yakni laju pertumbuhan ekonomi Agam yang berada di angka 4,21 persen. Ketiga, peningkatan PDRB perkapita Kabupaten Agam Atas Dasar Harga Belaku (ADHB) dari tahun sebelumnya, yang kini mencapai Rp44,05 juta rupiah atau meningkat sebesar 39,96 persen.

Keempat, menurunnya angka penduduk miskin Agam dari 34,26 ribu jiwa menjadi 31,33 ribu jiwa atau turun sebesar 9,53 persen dari tahun 2021. Kelima, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Agam yang juga mengalami penurunan dari 5,06 persen menjadi 4,93 persen, yang memberi sinyal positif pasca pandemi Covid yang mengakibatkan resesi ekonomi pada tahun 2021.

Keenam, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Agam yang menunjukkan kencenderungan mengalami peningkatan pada lima tahun terakhir. Tahun 2018 IPM Agam berada pada kisaran angka 71,7. pada 2022 bergeser jadi 73,29.

“ Hal ini memberi gambaran kebijakan pemerintah daerah berdampak positif terhadap kualitas pembangunan manusia, “ ujarnya.

Ditambahkan, berdasarkan kondisi ekonomi makro tersebut, maka pada 2024 kita berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan capaian dengan program dan kegiatan yang tepat yang sudah disusun dalam rencana kerja pembangunan daerah 2024.

Sementara itu, struktur Ranperda APBD 2024 terdiri dari Pendapatan Daerah sebesar Rp 1 trilyun 482 milyar lebih, Belanja Daerah sebesar Rp1 triliyun 771 milyar lebih. Kemudian pembiayaan yang terdiri dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA yang bersifat bebas tahun 2023 sebesar Rp10 milyar,pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5 milyar lebih, yang merupakan penyertaan modal pemerintah daerah.

“Berdasarkan proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut, maka rancangan APBD 2024 mengalami defisit murni 284,1 milyar rupiah lebih,” sebut bupati.

Terkait kapasitas keuangan daerah lanjutnya, Pemerintah Daerah menyadari bahwa perlu peningkatan kontribusi pendapatan asli daerah terhadap total pendapatan daerah. Untuk itu, diperlukan optimalisasi pengelolaan potensi melalui upaya intensifikasi antara lain penguatan basis data pajak, penyesuaian tarif pajak daerah dan retribusi daerah serta optimalisasi peningkatan PAD yang menjadi prioritas daerah.

-HARMEN-

0Shares