Bukittinggi, KABA12.com — Pengurus dan Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi kini mulai sedikit lega. Padalnya Bantuan Pemko Bukittinggi dan dana pokir anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019 yang dianggarkan dalam APBD Tahun 2020 untuk pembangunan masjid, kini sudah dicairkan oleh Pemko Bukittinggi ke rekening pengurus masjid.
Kabar sudah cairnya bantuan Pemko dan dana pokir anggota DPRD Bukittinggi sebesar Rp 2,75 Miliyar disampaikan oleh Ketua Pengurus Masjid Tablighiyah Garegeh, Drs. Afdhal Tuangku Sampono didampingi Ketua Pembangunan Dedi Fatria Dt. Mangkuto Sutan, SH di Komplek Masjid Tablighiyah Garegeh, Bukittinggi, Kamis (30/04).
“Alhamdulilah kami dapat kabar dari Pemko Bukittinggi melalui Bagian Keuangan Pemko bahwa tahun ini Masjid Tablighiyah mendapatkan bantuan dari Pemko Bukittinggi sebesar Rp 2,75 Miliyar yang terdiri bantuan Walikota Bukittinggi sebesar Rp 1 Miliyar dan dari pokir anggota DPRD periode 2014-2019 sebesar Rp 1,75 Miliyar,” ujar Afdhal Tuangku Sampono.
Lebih lanjut Afdhal Tuangku Sampono mengatakan, khusus untuk dana pokir anggota DPRD Bukittinggi periode 2015-2019 berasal dari usulan 3 orang anggota dewan kala itu yakni Dedi Fatria (PPP) sebesar Rp 800 juta, Jusra Adek (Golkar) Rp 750 juta dan M. Nur Idris (PAN) sebesar Rp 200 juta. Semua dana bantuan ini lanjut Afdal, sudah masuk ke rekening masjid.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah, Dedi Fatria menyampaikan terima kasih kepada Walikota Bukittinggi serta kepada rekan anggota DPRD yang sudah menganggarkan dana pokir ke Masjid Tablighiyah Garegeh. Dengan bantuan ini akan memperlancar pekerjaan pembangunan yang keseluruhan nanti memerlukan dana sebesar Rp 100 Miliyar.
“Saat ini pekerjaan pembangunan telah menghabiskan dana Rp 7 Miliyar lebih yang berasal dari sumbangan perantau dan kaum muslimin dan muslimat. Dengan adanya bantuan Pemko dan pokir anggota DPRD periode lalu sebesar Rp 2, 75 Miliyar akan memperlancar kelanjutan pembangunan tahap selanjutnya,” ujar Dedi Fatria.
Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga Pangka Tuo Kampuang Garegeh, A Dt. Malano Basa menyampaikan terima kasih kepada Walikota Bukittinggi yang sangat memberikan perhatian dan bantuan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Tablighiyah. Begitu juga kepada ketiga anggota DPRD periode 2014-2019 yang sudah menganggarkan dana pokirnya.
“Atas nama masyarakat dan jamaah Masjid Tablighiyah kami menyampaikan terima kasih kepada Walikota Bukittinggi dan anggota dewan yang sudah membantu pembangunan Masjid Tablighiyah,” ujar A. Dt. Malano Basa.
Salah seorang anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019, M. Nur Idris membenarkan bahwa pokir masa dewan tahun lalu dianggarkan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh. Ia mengaku senang bisa ikut serta menjadi bagian dalam pembangunan masjid.
“Alhamdulilah sudah cair dana pokirnya, semoga bisa bermanfaat untuk kelancaran pembangunan. Saya senang bisa menjadi bagian dalam pembangunan Masjid Tablighiyah. Saya berharap tahun selanjutnya Pemko dan DPRD Bukittinggi dapat lagi menganggarkan dana untuk kelanjutan pembangunan masjid ini,” harap mantan anggota DPRD Bukittinggi dua periode ini.
(Ophik)
