Pasbar, kaba12.com — Diduga dampak longsor dan banjir besar dari pinggang gunung Talamau yang masuk ke aliran sungai Lubuak Landua menyebabkan ribuan ikan larangan di sungai itu mati.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, ribuan ikan jenis gariang dengan ukuran besar itu mati akibat tumpahan lumpur yang menyebabkan aliran itu kerap dan penuh lumpur yang menyebabkan ikan-ikan yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat setempat sebagai objek wisata mati kehabisan oksigen.
Dilansir dari IG infopasbar, ribuan ikan larangan yang dikenal sebagai ikan sakti Lubuak Landua itu, banyak yang mati mengapung kehabisan oksigen.
Bahkan warga setempat yang menyaksikan banyaknya ikan yang mati itu berupaya mengevakuasi ikan-ikan yang bergelimpangan dengan memindahkan ke air yang lebih jernih.
Hingga Selasa, (1/3) siang ini belum diperoleh informasi jumlah ikan yang mati di banda larangan yang terkenal tersebut, namun diinformasikan warga setempat, matinya ribuan ikan itu akibat kehabisan oksigen, dampak banjir bandang dan longsor Senin, (28/2) tadi malam.
Matinya ikan-ikan yang terkenal sebagai ikon wisata di Pasaman Barat itu, mengundang keprihatinan Bambang Warsito, kepala UPT BNPB Regional Sumatera yang memantau perkembangan dampak pasca bencana gempa di Sumbar.
” Masyarakat harus waspada, karena curah hujan masih tinggi, sehingga potensi ancaman dampak lain masih tinggi, “ungkapnya.
HARMEN
