Lubukbasung,kaba12 — Dampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di banyak titik di kabupaten Agam membuat akses jalan tersekat. Akibat ruas jalan SIMAKA longsor yang saat ini sudah bisa dilewati dengan sistim buka-tutup, dampak banker bandang di Galugua, IV Koto dan dampak tidak bisa dilewatinya jalur jalan Bukittinggi-Padang via Padang Panjang, membuat jalur alternative Panta-Batas Kota Bukittinggi menjadi padat.
Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, hingga Minggu sore, kepadatan kendaraan yang melewati jalur alternative itu masih tinggi, sehingga petugas gabungan harus bekerja ekstra untuk mengamankan arus kendaraan yang makin banyak melintasi kawasan itu.

Informasi yang diperoleh kaba12 dari dari beberapa warga yang melintasi jalur alternative Panta-Bukittinggi tersebut kepadatan mulai terjadi sejak Minggu pagi, karena akses jalan yang tertutup akibat bencana menuju Kota Bukittinggi, Payakumbuh atau ke Pekanbaru, sehingga jalur itu menjadi satu-satu akses yang bisa ditempuh warga.
Seperti disebutkan Ridwan St.Rajo Ameh, warga Lubukbasung yang terpaksa harus menunggu kondisi aman saat berada di Bukittinggi Sabtu malam, dan memilih kembali ke Lubukbasung Minggu siang tadi, menyebut kepadatan arus lalulintas di jalur Panta-Bukittinggi itu sangat tinggi,karena mayoritas pengendara terpaksa menempuh jalur yang masih amah dari dampak bencana tersebut.
Hal itu dibenarkan Budi Perwira Negara, Kalak BPBD Agam yang menyebutkan, ruas jalan Panta-Bukittinggi menjadi jalur alternative yang padat dilalui kendaraan hingga Minggu sore. Namun diinformasikan, ruas jalan Padanglua-Matur sudah relative aman dilewati karena pembersihan material banjir bandang sudah dilakukan, termasuk ruas jalan Malalak sudah bisa dilalui pengendara dengan sistim buka tutup.
Walau demikian, pihaknya menghimbau warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di mayoritas ruas jalan, karena potensi curah hujan masih tinggi dan di beberapa lokasi dikuatirkan rawan terdampak longsor dan banjir susulan.
(HARMEN)
