Bupati Agam Tetapkan Tanggap Darurat, Tiga Posko Dibangun, Penanganan Warga Prioritas

Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam Dr.Andri Warman tetapkan masa tanggap darurat bencana pasca banjir bandang yang menghantam 4 kecamatan di Kabupaten Agam, Sabtu, (11/5) malam. Bupati Agam juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemkab.Agam dibawah koordinasi Sekab.Agam untuk memaksimalkan penanganan dampak bencana, dan memprioritaskan keselamatan dan penanganan warga terdampak.

Untuk mempercepat proses pemulihan pasca penanganan darurat, Pemkab.Agam bekerjasama dengan unsur tim gabungan dari berbagai elemen dan Forkopimda Agam, bergerak cepat melakukan pembersihan material banjir bandang yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat, baik di Kecamatan Sungaipua, IV Koto, Canduang maupun di Kecamatan Ampek Angkek.

Sementara untuk memaksimalkan upaya penanganan darurat, Pemkab.Agam membangun 3 posko penanganan pasca bencana, masing-masing posko utama di Bukik Batabuah, Canduang, di Sungaipua dan di IV Koto, sebagai pusat operasi lapangan dan penanganan warga terdampak termasuk para pengungsi.

Hal itu ditegaskan Bupati Agam Dr.Andri Warman didampingi Kalak.BPBD Agam Budi Perwira Negara dan Kadinas Kominfo Agam Satria, terkait upaya Pemkab.Agam dalam penanganan dampak pasca bencana banjir bandang yang terjadi Sabtu, (11/5) malam, dengan bentangan dampak yang cukup luas di 4 kecamatan.

Ditegaskan, secara khusus pihaknya sudah menugaskan Sekab.Agam H.Edi Busti untuk memimpin operasi penanganan darurat dilakukan dan diintruksikan untuk melakukan langkah-langkah penanganan prioritas, terutama penyelamatan warga terdampak dan bersama unsur terkait melakukan kajian serta langkah penanganan lebih lanjut.

“ Untuk penanganan darurat, kita sudah mulai melaksanakannya, dan kita tetapkan status tanggap darurat bencana terhitung mulai tanggal 12 sampai 25 Mei mendatang, “sebut Bupati.

Didampingi Kadinas Kominfo dan Kalak BPBD Agam, Bupati Agam itu menyatakan duka mendalam atas dampak musibah yang terjadi, bahkan di kabupaten Agam tercatat sebanyak 19 warga yang meninggal akibat bencana banjir bandang lahar dingin di dua kecamatan masing-masing di Sungaipua dan Canduang.

Ditegaskan, Pemkab.Agam akan berupaya maksimal menangani dampak bencana yang terjadi dan bersama masyarakat, Kabupaten Agam harus bangkit bersama membenahi, menangani dan mengatasi dampak kebencanaan yang terjadi.

“ Kita harus bangkit bersama. Kita atasi dampak musibah yang terjadi, kami berupaya maksimal melakukan berbagai upaya penanganan kebencanaan yang harus dilakukan segera, “ tegasnya .

Dampak musibah banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi Sabtu malam itu, menyebabkan kerusakan parah di berbagai lokasi. Yang terparah dilaporkan terjadi di wilayah kecamatan Canduang, Sungaipua dan Ampek Angkek. Termasuk banjir bandang yang terjadi di Galudua, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Ampek Koto.

(HARMEN)

0Shares