Lubukbasung,kaba12 — Masyarakat, khususnya warga terdampak musibah kebakaran di kawasan Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, mengaku kecewa menyusul tidak muncul-muncul bantuan dari pemerintah, khususnya armada pemadam kebakaran Kabupaten Agam, untuk membantu kobaran api yang melumat 1 rumah permanen dan 2 kendaraan, Kamis, (2/4/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Musibah kebakaran yang juga menyebabkan 1 warga menjadi korban, akibat luka bakar di bagian tangan dan kaki akibat kobaran api yang sangat cepat melumat rumah, 1 unit minibus dan 1 sepeda motor tersebut.
Informasi yang dihimpun KABA12, api dengan cepat membesar dan melalap bangunan serta kendaraan sebelum sempat dipadamkan secara maksimal. Warga setempat berupaya melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan peralatan seadanya tanpa bantuan petugas pemadam kebakaran.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat bangunan dan kendaraan tidak dapat diselamatkan. Sementara 1 korban, masih dalam penanganan medis di puskesmas Pakan Akaek.
Informasi yang diperoleh kaba12, kobaran api yang sangat cepat membesar bahkan melumat habis 1 rumah dan dua kendaraan bahkan menyebabkan 1 warga mengalami bakar serius itu, tak terlihat adanya armada pemadam Damkar Agam yang diturunkan untuk memadamkan api.
Kondisi itu dibenarkan Camat Tanjung Raya Al-Hafizd, yang menyebutkan, terkait musibah kebakaran yang terjadi di Koto Gadang, Kamis sore, pihaknya ikut memantau dan mendorong armada damkar bisa segera sampai ke lokasi, namun karena ada kendala, armada yang diturunkan justru tidak membantu pemadaman api di lokasi kejadian. “Bagusnya, minta penjelasan dari Dinas Satpol.PP-Damkar Agam, “sebut Al Hafizd.
Terkait dengan kondisi warga yang menjadi korban dan mengalami luka bakar serius, disebutkan Camat Tanjung Raya itu, untuk penanganan lebih lanjut, korban sudah dilarikan ke RSUD Lubukbasung.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, dampak tidak turunnya armada pemadam kebakaran milik Pemkab.Agam itu, memicu reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, warga sudah ada yang melaporkan kejadian itu pada Bupati Agam.
(HARMEN)
