Batusangkar, KABA12.com — Dinas Pengendalian Penduduk KB Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk KB PPPA) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Siti Manggopoh kabupaten Agam lakukan studi komparatif ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Tanah Datar, Rabu (27/12).
Rombongan kabupaten Agam sebanyak 17 orang diketuai Kabid Pemberdayaan Perempuan Dalduk KB PPPA kabupaten Agam Yulhendri, serta Ketua P2TP2A Siti Manggopoh Ny. Candra Trinda Farhan Satria, disambut hangat Kabid Rehabilitas Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos PPPA Tanah Datar, Sumsum Horda beserta jajaran di ruang kerjanya.
Kabid Pemberdayaan Perempuan Dalduk KB PPPA kabupaten Agam Yulhendri mengatakan, studi yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mempelajari hal-hal dasar tentang perlindungan perempuan dan anak serta item dasar yang harus dipersiap sebagai kabupaten layak anak.
“Kita tau prestasi Tanah Datar sebagai kabupaten layak anak tahun 2017 dan telah memiliki PATBM di nagari, jadi kami ingin mempelajari hal itu, mengingat tahun 2018 kita di Agam juga akan mencanangkan diri sebagai kabupaten layak anak,” ujar Yulhendri.
Sementara itu, Kabid Rehabilitas Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos PPPA Tanah Datar, Sumsum Horda menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan yang dilakukan rombongan Dalduk KB PPPA, P2TP2A, serta Forum anak Daerah kabuapten Agam. Terkait dengan tujuan studi komparatif tersebut, Sumsum menjelaskan, poin utama dari prestasi Kabupaen Layak Anak (KLA) diperoleh lantaran sukses memenuhi item penilaian seperti sekolah dan puskesmas ramah anak, serta tidak adanya iklan rokok yang bebas terpajng di Tanah Datar.
“Inti semuanya adalah komitmen menjadi kabupaten layak anak. Dinsos PPPA bersama P2TP2A, Dinkes, Disdik, kepolisian bahkan aparat pemerintah nagarai di Tanah Datar, beserta seluruh OPD lainnya saling bersinergi mewujudkan hal hal itu,” katanya.
Ia menyebutkan, dari 75 nagari yang ada di Tanah Datar, sudah hampir ke 24 puskesmas yang ada telah masuk kategori ramah anak, begitupun halnya dengan sekolah-sekolah yang ada. Tak hanya itu, luhak nan tuo juga telah mempunyai 2 nagari sebagai pilot project Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Sumbar.
“Saat ini kita telah lakukan pengembangan PATBM di 26 nagari, jadi setiap ada kasus di masyarakat, baik itu tentang perempuan ataupun anak, PATBM yang ada di nagari langsung melaporkannya ke dinas. Jadi seluruh kasus itu terorganisir dan terselesikan dengan baik dibantu P2TP2A,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua P2TP2A Siti Manggopoh kabupaten Agam Ny. Candra Trinda Farhan Satria mengaku banyak memperoleh wawasan baru dalam kunjungan singkat itu. Dia berharap agar prestasi yang telah diraih kabupaten Tanah Datar juga dapat dipelajari oleh kabupaten Agam.
“Ini menjadi tambahan pengalaman bagi kita, bahwa soal perlindungan perempuan dan anak memang sangat penting sekali untuk difahami bersama. Apalagi Agam juga akan mencanangkan kabupaten layak anak. Jadi seluruh item mulai dari kebijakan hingga pemahaman seluruh elemen harus satu persepsi untuk melindungi perempuan dan anak,” sebut Candra Gumilarti.
(Jaswit)
