Bupati Serukan Pentingnya Belajar Silat

Lubukbasung, kaba12.com — Ilmu bela diri silat merupakan seni budaya dari Indonesia, yang diwariskan oleh leluhur terdahulu.

Di Minangkabau silat menjadi suatu keniscayaan yang menjadi tolak ukur kebudayaan.

Hal itu disampaikan Bupati Agam Indra Catri, saat jamuan buka bersama dengan Tuo Silek (guru silat) dan wali jorong se-Agam Barat, Rabu (23/5) di rumah dinas Bupati Agam, Padang Baru.

“Jika shalat adalah tiang agama, maka silat adalah tiangnya kebudayaan dan peradaban. Maka begitu pentingnya ilmu bela diri silat kita lestarikan,” tegas bupati dihadapan puluhan Tuo Silek.

Disamping itu, Bupati juga menambahkan, kemampuan guru silat di Kabupaten Agam tidak diragukan lagi eksistensinya, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Marwah tersebut diharapkan bupati tetap terjaga sampai ke generasi selanjutnya.

“Saya ingin melihat sampai di mana kemampuan dan kepiawaian anak kemenakan kita dalam ilmu silat. Selama ini, itu yang belum terekspos,” ungkapnya.

Sementara, para guru silek bisa mengaktualisasikannya melalui perlombaan silat tingkat nagari atau kecamatan. Dengan begitu kita bisa melihat kemampuan mereka.

Namun, sangat disayangkan, ketika para tuo silek tidak sanggup lagi melatih, maka tidak ada pendekar yang bisa menggantikannya.

” Ibarat pepatah, patah tumbuah, hilang baganti, begitu juglah untuk silek ini,” tegas bupati.

Dilain hal, bupati juga menyampaikan kepada wali jorong beberapa pesan terkait ketahanan pangan, keamanan, dan ketertiban di lingkungan nagari.

Menurut bupati, kedua aspek tersebut saat ini menjadi permasalahan nasional secara global, karena dampak dari naiknya harga dolar yang hampir mencapai Rp.15.000.

“Apabila dolar naik, maka inflasi bahan pangan meningkat dan laju pertumbuhan ekonomi melambat. Maka caranya, ketahanan pangan harus kita persiapkan,” terangnya.

Untuk itu, bupati mengharapkan perlu sikap dan tindaka tegas dalam menyikapi beragam persoalan guna menciptakan dan melestarikan budaya tersebut.

(Ardi)

0Shares