Dinilai mempunyai komitmen kuat dan sukses dalam Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Melaporkan Capaian Berbasis Sistem Informasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SIMEP) berbasis digital, Bupati Agam Dr.H.Indra Catri diganjar Anugerah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Tahun 2020.
Penyerahan Anugerah KPAI 2020 kepada Bupati Agam Dr.H.Indra Catri itu dilakukan secara virtual Rabu,(22/7) di aula utama kantor bupati Agam, Padang Baru, Lubukbasung oleh Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Menurut Binta Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, selama beberapa tahun terakhir inovasi dibidang perlindungan anak terus digiatkan, Anugerah KPAI 2020 kepada lembaga, instansi dan individu yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak, menjadi momen refleksi terhadap komitmen perlindungan anak di Indonesia.

Disebutkan, Anugerah KPAI 2020 diberikan kepada lembaga yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis SIMEP, kemudian juga kepada pemerintah daerah yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis SIMEP.
Sementara Anugerah KPAI 2020 yang diberikan kepada Bupati Agam ditandai dengan diterimanya surat undangan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia dengan nomor : 810/5/KPAI/VII/2020 tertanggal 14 Juli 2020 yang ditandatangani Ketua KPAI Dr.Susanto, M.A. untuk menghadiri kegiatan pemberian penghargaan Anugerah KPAI Tahun 2020 yang akan diselenggarakan melalui daring pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2020 pukul 10.00 WIB.

Sesuai dengan surat tersebut Bupati Agam salah satu dari 10 kepala daerah penerima penghargaan KPAI, sementara untuk Propinsi Sumatera Barat penerima Anugerah KPAI 2020 hanya diterima dua kepala daerah masing-masing Bupati Agam, Dr. Indra Catri dan Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Prosesi penyerahan Anugerah KPAI 2020 untuk Bupati Agam Dr.H.Indra Catri di aula kantor Bupati Agam tersebut, dihadiri unsur Forkopimda Agam diantaranya Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, para kepala OPD Pemkab.Agam dan para pengurus KPAI Agam.-(*)
Bupati Indra Catri “ Santun dan Panyayang “
Anugerah yang diterima Bupati Agam Dr.H.Indra Catri dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2020 mendapat apresiasi banyak pihak. Banyak tokoh masyarakat dan kaum ibu yang menyatakan anugerah yang diberikan pas dan layak, karena Indra Catri dinilai sangat penyayang dan peduli pada anak-anak di kabupaten Agam.
Tidak hanya dikaitkan dengan program perlindungan anak yang dilakukan Pemkab.Agam beberapa tahun belakangan yang dinilai sangat fokus, bahkan kenyataan di lapangan dibuktikan oleh masyarakat banyak, betapa dekat dan penyayangnya Indra Catri pada anak-anak, tidak hanya pada acara-acara resmi, di setiap moment, keberadaan anak-anak justru menjadi “asupan semangat” bagi bupati Agam dua periode itu.

Seperti diungkap beberapa kaum ibu di Lubukbasung kepada kaba12.com beberapa waktu lalu, yang menyebut sosok Indra Catri yang dikenal sangat penyayang dan peduli pada anak-anak, bahkan keberadaan ruang terbuka hijau lengkap dengan sarana bermain anak di GOR Rang Agam, depan kantor bupati Agam, dan stadion Bukik Bunian, dengan dipoles untuk kenyamanan bermain anak-anak.
“ Baliau panyayang, itu tasabuik dek urang banyak. Kasih sayangnyo tu tulus nampak dari wajahnyo, ndak dibuek-buek untuak di foto se doh, “ ungkap Yeni, Afrianita, Hj.Erma Salim dan beberapa kaum ibu lain kepada kaba12.com beberapa waktu lalu.
Para kaum ibu itu menyebut, bupati Agam Dr.Indra Catri dinilai layak mendapat penghargaan dari KPAI tersebut, karena dalam kesehariannya sangat peduli dan penyayang pada anak-anak.(*)
Indra Catri Terima Anugerah KPAI 2020, Wujud Komitmen Peduli
Sementara Anugerah KPAI 2020 yang diterima Bupati Agam Dr.Indra Catri secara virtual dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga, karena dinilai mempunyai komitmen kuat dan sukses dalam Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Melaporkan Capaian Berbasis Sistem Informasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SIMEP) berbasis digital.

Menurut Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, selama beberapa tahun terakhir inovasi dibidang perlindungan anak terus digiatkan, Anugerah KPAI 2020 kepada lembaga, instansi dan individu yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak, menjadi momen refleksi terhadap komitmen perlindungan anak di Indonesia.
Disebutkan, Anugerah KPAI 2020 diberikan kepada lembaga yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis SIMEP, kemudian juga kepada pemerintah daerah yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis SIMEP.
Sementara Anugerah KPAI 2020 yang diberikan kepada Bupati Agam ditandai dengan diterimanya surat undangan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia dengan nomor : 810/5/KPAI/VII/2020 tertanggal 14 Juli 2020 yang ditandatangani Ketua KPAI Dr.Susanto, M.A. untuk menghadiri kegiatan pemberian penghargaan Anugerah KPAI Tahun 2020.
Secara khusus, bupati Agam Dr.Indra Catri mengungkap terimakasih pada KPAI yang memberikan apresiasi pada pihaknya dan kabupaten Agam, yang telah melaksanakan kebijakan perlindungan anak di kabupaten Agam.

“ Ini sudah menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah untuk mengkedepankan komitmen dalam melindungi, mengayomi dan memperhatikan masa depan anak-anak sejak dini, karena mereka adalah generasi penerus kemajuan bangsa, “ tegas Indra Catri.
Indra Catri juga berterimakasih kepada pimpinan lembaga hukum, aktivis, dan lembaga pemerhati anak atas kerjasama yang dijalin dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan anak khususnya di Kabupaten Agam.-(*)
Gedung Baru SDN 63 Surabayo, Indra Catri “Selamatkan” Generasi Masa Depan
Modern dan strategis. Sepintas, bangunan di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten Agam itu tidak terlihat layaknya sekolah dasar pada umumnya. Konstruksinya yang kokoh dengan design moderen, bangunan megah itu menjadi tempat ratusan pelajar sekolah dasar menimba ilmu pengetahuan.
Tak ayal, sekolah yang belum lama direlokasi dari komplek RSUD Lubuk Basung itu digadang- gadang sebagai salah satu sekolah percontohan di luhak Agam.

Secara fisik, bangunan SDN 63 Surabayo yang baru, memiliki perbedaan mencolok dengan bangunan lama. Pasalnya, dulu konstruksi bangunan sekolah memiliki dua lantai atau bertingkat, di lokasi yang baru hanya ada satu lantai.
“Meskipun di tempat yang baru ini hanya satu lantai, namun masyarakat tetap menyebut ini SD bertingkat. Mungkin penyebutan itu telah melekat di masyarakat sejak dulu, jadi tidak bisa dihilangkan ciri khas itu,” ujar Kepala SDN 63 Surabayo, Zilfa, S.Pd, M.Pd.
Penamaan SD bertingkat oleh masyarakat sudah tertanam sejak tahun 1984 atau sejak bangunan sekolah pertama kali didirikan. Konon, pada saat itu hanya ada satu sekolah yang memiliki bangunan bertingkat.
Awal dibangun, sekolah dasar ini bernama Sekolah Dasar Inpres No. 648. Tidak lama berselang, berganti menjadi SDN 80 Surabayo. “Kini SDN 63 Surabayo. Meski sudah tiga kali berganti nama, masyarakat tetap mengenal sekolah ini dengan SD bertingkat,” ulas Zilfa.
Artinya, sambung Zilfa, relokasi bangunan tidak begitu mempengaruhi terhadap reputasi sekolah yang ia pimpin. Justru saat ini peminat SDN 63 Surabayo terus meningkat. Kuota tiga lokal untuk penerimaan siswa baru masih tidak mampu menampung tingginya minat masyarakat.
Diceritakan Zilfa, relokasi SDN 63 Surabayo tidak terlepas dari tangan dingin Bupati Agam, Dr. Indra Catri. Dikatakan, Dr. Indra Catri menaruh perhatian yang lebih bagi dunia pendidikan di Agam. “Wacana relokasi sudah sejak 6 tahun yang lalu, namun berkat Bapak Bupati, Indra Catri, relokasi sekolah ini bisa dikebut,” jelasnya.
Ditambahkan, selain lokasi sekolah yang lama sudah terlalu sempit menampung banyak murid, faktor kesehatan juga menjadi alasan direlokasinya SDN 63 Surabayo ke tempat yang baru.

“Karena lokasinya berdekatan dengan rumah sakit, kita khawatir nantinya menimbulkan dampak kesehatan bagi anak-anak. Pak bupati Indra Catri menyelamatkan generasi masa depan Agam dari terjangan beragam potensi penyakit karena berada tak jauh dari kompleks rumah sakit yang banyak memendam virus berbahaya,” sebutnya.
Pemindahan lokasi SDN 63 Surabayo oleh Bupati Agam dinilai sudah sangat tepat, pasalnya bangunan yang lama tersebut bisa dipergunakan oleh RSUD Lubuk Basung untuk meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat. “Artinya, sarana pendidikan terbenahi, sarana kesehatan juga terpenuhi,” katanya.
Dikatakan Zilfa, arsitektur bangunan yang sekarang dengan satu lantai merupakan instruksi dari Dr. Indra Catri, bangunan satu lantai lebih aman bagi murid usia sekolah dasar. Untuk mempersiapkan bangunan sekolah yang dikebut Maret 2019 itu membutuhkan dana Rp. 4,9 miliar yang berasal dari APBD 2019 sebesar Rp3,7 miliar dan DAK Rp1,2 miliar.
“Dalam pada itu, kami keluarga besar SDN 63 Surabayo mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak Indra Catri, tidak hanya peduli akan kemajuan pendidikan, tapi juga jadi penyelamat generasi masa depan dari berbagai jenis penyakit, karena selama ini anak-anak bersekolah di ‘sarang virus-mikroba dan jenis zat berbahaya lainnya’ , wajar beliau mendapatkan anugerah dari KPAI itu, ” ucap Zilfa. (*)
