Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam “babak belur”dirujak komentar netizen di berbagai platform media sosial terkait kondisi ruas jalan di mayoritas wilayah di Kabupaten Agam, khususnya di daerah yang tidak terdampak bencana khususnya di ruas jalan propinsi Simpang Gudang, Manggopoh-Lubukbasung-Maninjau hingga ke Padang Lua.
Walau berada dalam lingkup tanggungjawab Pemprov.Sumbar, soal kondisi jalan yang selalu jadi momok bagi masyarakat itu,justru dikaitkan dengan janji kampanye saat Pilkada 2024, bahkan jejak digital rekaman saat debat kandidat, dimana pasangan Beni Warlis-M.iqbal, menganggap gampang menyelesaikan persoalan buruk yang selama ini tidak tertangani dengan baik itu, justru kembali mengapung.

Bahkan, hingga saat ini beragam komentar warga masih terus mencuat, pasalnya, hingga Minggu, (1/2/2026) belum terlihat adanya upaya untuk membenahi kondisi ruas jalan yang disana-sini berlobang, bahkan aspla-aspel keras semakin banyak ditumbuhi pohon pisang dan beragam jenis tanaman bunga.

Yang menarik, jajaran terkait di Pemkab.Agam, justru memilih bungkam, tidak ada penjelasan dan klarifikasi yang diberikan, termasuk upaya konfirmasi kaba12 dengan unsur terkait dalam persoalan ruas jalan tersebut.


Jl.Dipoenegoro, Depan SPBU Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera BaratUpaya kaba12 untuk mendapat penjelasan dari Kepala DPUTR Agam Ofrizon, justru tidak digubris sejak Kamis pekan lalu, khususnya upaya Pemkab.Agam dalam penanganan ruas jalan yang rusak, termasuk penjelasan resmi yang mesti disampaikan pada public, setidaknya latar belakang rusaknya ruas jalan termasuk upaya yang akan dilakukan.

Pantauan kaba12, hingga Minggu, (1/2/2026), lobang-lobang justru semakin menganga di banyak titik di sepanjang ruas jalan propinsi jalur Simpang Gudang- Lubukbasung, termasuk berbagai titik dalam jalur jalan kabupaten.
(HARMEN)

Kita menunggu korban berjatuhan terlebih setelah itu baru dipikirkan
Dari dulu sampai sekarang tidak pernah ber
ubah,
Ini, sangat perlu dibenahi oleh bupati
Ini menyangkut kemaslahatan umat sekabupaten agam
Seolah olah,, sembunyi dibalik bencana alam
Namun ini lebih krusial lagi,, jago lah pak, jan lalok jo lai
Kami tunggu, komentar bapak….
Seyogyanya dana pemeliharaan jalan baik itu jalan Kabupaten maupun jalan Provinsi bisa dipergunakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Tapi amat disayangkan itu yang tidak terlaksana.
Sesuai janji Bupati disaat kampanye bahwa dianya akan mengurus jalan Provinsi dan dia tidak akan lepas tangan, kenyataan nya sampai sekarang dianya lepas tangan.Makanya masyarakat menuntut sesuai janji Bupati yang tidak akan lepas tangan.