Sungai Batang, kaba12.com — Bupati Agam Dr.Andri Warman ungkap salut dan bangga pada sosok Yus Dt.Parpatiah, tokoh adat dan budayawan asal Sungai Batang, kecamatan Tanjung Raya yang masih sangat produktif menulis buku.
Banyak karya yang sudah dihasilkan seputar adat dan budaya Minangkabau, sebagai wujud kepedulian dan perhatiannya yang besar terhadap generasimuda kabupaten Agam. Bahkan, sosok Yus Dt.Parpatiah, dikenal sebagai tokoh adat yang selalu hadir memberi petuah di berbagai kegiatan silaturrahmi masyarakat Minang di berbagai propinsi di Indonesia bahkan di luar negeri.
Buku karya terbaru Yus Dt.Parpatiah, pangulu kaum suku Caniago yang juga penasehat utama KBRC (Keluarga Besar Rang Caniago) Nusantara dan kabupaten Agam itu, berjudul “ Menyingkap Wajah Minangkabau” juga menjadi salah satu catatan penting yang berkaitan dengan adat-istiadat dan budaya untuk dikonsumsi generasimuda.
Dalam buku karya terbarunya itu, Yus Dt.Parpatiah menyebutkan, pendidikan adat istiadat mejadi kebutuhan penting bagi kaum muda, karena saat ini tidak sedikit generasimuda yan tidak memahami adat dan budaya Minangkabau yang menjadi pondasi dasar dalam beraktivitas.
“ Buku Menyingkap Wajah Minangkabau, akan menjadi pedoman yang mesti dipahami masyarakat, khususnya generasimuda tentang adat-istiadat dan budaya alam Minangkabau yang sangat luar biasa, “ ungkapnya.
Sementara bupati Agam yang sengaja mendatangi kediaman Yus Dt.Parpatiah di Sungai Batang, Senin,(21/3) untuk membahas program pendidikan adat dan budaya di nagari dalam daerah kabupaten Agam itu, mengaku sangat dan bangga.

“ Dalam usia beliau saat ini, masih sangat produktif, bahkan bisa mengarang buku yang akan menjadi pedoman bagi generasimuda Minangkabau, ini hal luar biasa yang harus diapresiasi, “ sebut Andri Warman.
Secara khusus, Bupati Agam itu, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan Yus Dt.Parpatiah dalam mendorong pemahaman tentang adat dan budaya Minangkabau pada generasimuda dengan program pendidikan khusus adat dan budaya di nagari, “ Insyallah, kita akan support penertiban buku cetakan II, karena akan menjadi pedoman bagi kegiatan pendidikan adat dan budaya di kabupaten Agam, “sebut Andri Warman.
HARMEN
