Matur, KABA12.com — Kabupaten Agam memiliki pesona yang beragam, hal ini tentunya memberikan kesan tersendiri pada pergelaran Tour de Singkarak (TdS).
Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri menyebut, TdS tanpa Agam ibaratkan gulai tanpa garam.
“Saya merasa kurang puas dengan pelaksanaan TdS kali ini, karena gagal memberikan kegembiraan kepada masyarakat. Tentunya hal ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara,”kata Indra Catri usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang TdS Etape V, di Ambun Pagi, Matur, Rabu (06/11).
Dr. H. Indra Catri mengatakan, agar even berskala Internasional yang menjadi kebanggaan Sumatera Barat ini dapat berjalan dengan lancar dan mampu memberikan kegembiraan kepada masyarakat, tentunya kegiatan harus dievaluasi setiap tahunnya.
“Penyelenggaraan TdS ini harus dievaluasi lebih mendalam setiap tahunnya. Termasuk Event Organizer (EO) juga harus dievaluasi. EO seharusnya mampu memberikan kegembiraan kepada masyarakat. Kita membutuhkan EO yang lebih cerdas dan mengetahui kondisi masyrakat sumbar,”ujarnya.
Sungguhpun begitu, bupati dua periode ini tetap berkomitmen Agam bakal terus ikut serta sebagai pelaksana balap sepeda internasional tersebut. Karena ini merupakan wujud kebanggaan masyarakat Sumbar khususnya Agam.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, akan melakukan evaluasi penyelenggaraan TdS tahun ini. Dimana evaluasi dilakukan setiap tahunnya, setelah seluruh rangakaiannya telah dilaksanakan.
“Nanti setelah seluruh rangkain TdS telah selesai dilaksanakan, kita akan melakukan evaluasi secara mendalam. Sehingga pelaksanaan tahun berikutnya betul-betul memberikan dampak positif kepada masyarakat,”ujarnya.
Nasrul Abit menyebutkan, TdS adalah harga diri masyarakat Sumbar di mata dunia dan dulu sangat sulit untuk mendapatkannya. Maka kepala daerah di Sumbar diminta untuk tetap mempertahankan TdS ini.
(Ardi)
