Bukittinggi Pilot Project Program DLP

Bukittinggi, KABA12.com — Pemko Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan, tengah mempersiapkan sarana dan prasana pendukung program Dokter Layanan Primer (DLP) di dua puskesmas kota, yakni Puskesmas Guguak Panjang dan Rasimah Ahmad.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi Yandra Ferry saat diwawancarai KABA12.com, Rabu (07/06).

“Bukittinggi sebagai salah satu daerah percontohan di Sumbar yang akan menerima program DLP. Dua puskesmas tengah kita persiapkan,” ujarnya.

Dijelaskan Yandra Ferry, Dokter Layanan Primer (DLP) merupakan jenjang baru pendidikan kedokteran di Indonesia yang dilaksanakan setelah program profesi dokter dan program internship yang setara dengan jenjang pendidikan profesi spesialis.

Dokter Layanan Primer secara konsisten akan menerapkan ilmu kedokteran keluarga, ditunjang dengan ilmu kedokteran komunitas dan ilmu kesehatan masyarakat.

Selain itu, mereka juga dituntut untuk mampu memimpin pelayanan kesehatan primer.

Ditambahkan, meski mengambil pendidikan spesialis, DLP akan ditempatkan di seluruh fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas dan klinik untuk memperkuat program promotif dan preventif atau pencegahan penyakit.

” Bedanya dengan dokter umum, DLP akan memiliki kemampuan lebih lengkap ketimbang dokter umum,” jelasnya.

Ia menerangkan, saat ini Bukittinggi telah mempunyai dua orang dokter yang akan membimbing program DLP, “keduanya telah mengikuti pelatihan sebagai pendamping DLP, yaitunya dr. Vera dan dr. Reni,” sebutnya.

Untuk mewujudkan sistem pelayanan kesehatan nasional yang berorientasi pada pelayanan kesehatan primer menurutnya, Bukittinggi harus mempersiapkan diri dari sekarang.

“Bukittinggi siap sebagai pilot project program DLP di Sumbar,” tegasnya.

(Jaswit)

0Shares