Bukittinggi, KABA12.com — Kondisi kantor lurah Sapiran kecamatan ABTB, cukup memprihatinkan. Bagian belakang kantor yang langsung berbatasan dengan drainase warga, mulai habis dan dapat berdampak pada kantor kelurahan itu.
Lurah Sapiran, Nadiatul Khairiyah, menyampaikan, kondisi ini terjadi sejak satu bulan terakhir. Dimana, bagian belakang kantor digerus air yang melewati drainase itu.
“Sekarang diantisipasi dengan karung pasir, agar air yang mengalir di drainase, tidak mengenai dinding kantor lurah. Namun, kalau air besar, kami cemas, air melewati pembatas itu dan kembali menggerus dinding kantor,” jelasnya.
Melihat kondisi itu, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, langsung mengambil kebijakan untuk mengalihkan dana pokirnya untuk “menyelamatkan” kondisi kantor lurah Sapiran. Upaya ini dapat dilakukan, karena ada pekerjaan dari dana pokir tahun 2018 Beny Yusrial tidak bisa dikerjakan.
“Ada rencana pekerjaan jalan lingkung di kelurahan Aur Kuning, yang telah dinanggarkan melalui dana pokir kami tahun 2018 ini. Namun karena terkendala lahan, pekerjaan itu tidak bisa dikerjaan. Sehingga dapat kita alihkan langsung untuk peningkatan drainase di belakag kantor Lurah Sapiran ini,” jelasnya.
Pengalihan ini, lanjut Beny, tidak mempengaruhi kegiatan lainnya. Karena tidak ada penambahan ataupun pengurangan dana yang telah dianggarkan melalui pokir tahun 2018 ini.
“Ada sekitar Rp 63 juta yang bisa kita arahkan untuk peningkatan drainase ini. InsyaAllah dapat segera direalisasikan pekerjaannya pada tahun ini. Sehingga ada batas antara drainase dengan kantor lurah dan tidak berdampak negatif kepada kondisi kantor Lurah Sapiran,” ujarnya.
Beny Yusrial menyampaikan, kantor lurah menjadi salah satu prioritas, karena menjadi sarana penting dalam melayani masyarakat. “Untuk itu harus segera diupayakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
(Ophik)
