Kaba Terkini

BCL Dikirim ke Sukarami Atas Izin Keluarga, Rahmi Artati: Agar Tak Terjerumus Lebih Jauh

Lubukbasung, kaba12.com — Sikap tegas Satpol.PP Agam yang merekomendasikan pengiriman BCL,(16) warga Lubukbasung ke panti rehabilitasi sosial Andam Dewi, Sukarami Solok, karena kuat dugaan berprofesi sebagai PSK Kamis,(16/12) pada Dinas Sosial Agam direspon beragam oleh banyak pihak.

Mayoritas warga menyatakan setuju langkah pembinaan yang dilakukan jajaran Pemkab.Agam tersebut, tidak hanya sebagai upaya memberi efek jera pada pihak lain, tapi juga untuk menyelamatkan masa depan BCL, karena masih berusia relative muda, bahkan dibawah umur agar tidak terjerumus lebih dalam dalam dunia kelam itu.

Terkait pengiriman BCL yang disebut-sebut sudah malang melintang dari “dunia malam” itu, Kadinas Satpol.PP –Damkar Agam, Dandi Pribadi menjelaskan, langkah itu sudah melalui proses pemeriksaan dan kajian mendalam, bahkan tim pemeriksaan PPNS Satpol.PP Agam sudah melakukan serangkaian investigasi dari banyak pihak.

Dijelaskan, hasil pemeriksaan PPNS Satpol.PP Agam, BCL dilaporkan sudah sering diamankan petugas, tidak hanya di kabupaten Agam tapi juga di daerah Pasaman, dan terindikasi berprofesi sebagai PSK.

“ Koordinasi kita dengan pihak keluarga yang juga sudah pasrah atas perilaku dan tidak yang bersangkutan, sehingga kita rekomendasikan pada Dinas Sosial Agam untuk dikirim ke panti rehalitasi Sukarami, Solok, “ tegas Dandi Pribadi.

Agar Tak Terjerumus Lebih Dalam

Hal senada dikatakan Rahmi Artati, kepala Dinas Sosial Agam yang menyebutkan, BCL sudah dikirim Kamis sore ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi Sukarami, atas rekomendasi Satpol.PP Agam.

Dijelaskan, sesuai hasil BAP Satpol PP Agam, BCL mesti dibina di Panti Rehabilitasi Sosial Andam Dewi, Sukarami Solok, yang dikuatkan dengan permintaan pihak keluarga, “ jadi, kita berikan rekomendasi untuk pembinaan di Sukarami, “ tegas Rahmi Artati.

Dijelaskan, pihak panti rehabilitasi sosial Sukarami merespon hal itu, karena jika sudah ada indikasi, sebaiknya secepatnya dmungkin dilakukan pembinaan dengan berbagai keterampilan dan pelatihan, “ sasarannya, agar BCL tidak terjerumus lebih dalam, karena yang bersangkutan masih sangat muda, “ jelasnya.

Menjawab kaba12.com, terkait dengan usia BCL yang masih dibawah umur, yakni 16 tahun, Rahmi Artati menegaskan, hal itu justru tidak menjadi masalah, sepanjang mendapat persetujuan dari oranggtua dan keluarga, karena hal itu justru akan lebih baik, untuk menyelamatkan masa depan yang bersangkutan.

“ Tidak masalah dibawah umur, sasaran pembinaan di panti rehabilitasi sosial itu, justru untuk menyelamatkan yang bersangkutan. Bahkan, di panti Andam Dewi, Sukarami saat ini, ada warga binaan yang berusia 14 tahun, “ ulas Rahmi Artati lagi.

BCL sendiri yang disebut-sebut “ pemain lama” bahkan sering tdiamankan petugas Satpol.PP baik di Kabupaten Agam, maupun Pasaman itu, dikirim ke panti Sukarami, pasca diamankan petugas Satpol.PP Agam bersama warga di Sungai Aua, Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung, berkencan dengan pria hidung belang.

BCL, (16) warga Berok, Kampuang Pinang, kelahiran Padang Tongga, 23 Juni 2006 itu, dikirim ke Panti Andam Dewi Sukarami, merupakan kasus pertama tahun ini dalam rangkaian operasi pemberantasan penyakit masyarakat yang secara intensif digelar oleh Satpol.PP Agam bersama unsur lain di Pemkab. Agam.

HARMEN

To Top