Kaba Terkini

BBPOM Padang Gelar Kampanye Pasar Aman Bebas Bahan Berbahaya di Agam

Pasar Raba’a, kaba12.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, menggelar kampanye pasar aman bebas dari bahan berbahaya di Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (12/8).

Pada kesempatan itu, petugas BBPOM Padang memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengunjung pasar terkait bahan pangan makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow, yang saat ini masih banyak beredar di pasaran.

Petugas BBPOM Padang, Nelda Rini mengatakan, kampanye yang digelar ini merupakan lanjutan kegiatan terpadu BBPOM dengan program Pasar Aman Bebas dari Bahan Berbahaya. Selain itu, di Sumatera Barat ada dua pasar yang masuk kedalam program binaan BBPOM Padang tahun 2020, yaitu Pasar Rabaa di Kabupaten Agam, dan Pasar Talang di Kabupaten Solok.

“Jadi tujuannya kampanye ini adalah untuk memastikan keamanan bahan produk makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang beredar di pasaran, sehingga nantinya bisa diantisipasi dan dikurangi bahan berbahaya itu di Pasar Raba’a,” kata Nelda Rini kepada kaba12.com.

Untuk di Pasar Raba’a, ulasnya, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap penyalahgunaan bahan-bahan berbahaya oleh pedagang. Sementara untuk pembuktiannya perlu tindak lanjut uji laboratorium yang harus dilakukan oleh BBPOM.

“Saat ini semua makanan yang ada di Pasar Raba’a masih dalam pengawasan dan pembinaan BBPOM. Untuk tindakan selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium terhadap makanan yang ada di pasar tersebut,” ujarnya.

Disebutkan Nelda, jika makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan formalin itu dikonsumsi manusia, maka akan dapat merusak kesehatan tubuh seperti menyebabkan kanker, gangguan pencernaan, hingga kematian.

“Selain boraks, ada bahan kimia lain yang sering disalahgunakan untuk bahan makanan yaitu rhodamin B dan methanil yellow. Bahkan bahan berbahaya itu kerap disalahgunakan untuk bahan pembuatan kerupuk, mie, dan jajanan bewarna lainnya. Bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang, itu akan mengakibatkan penyakit kanker,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap dengan adanya kampanye ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap peredaran pangan dilingkungan sekitar, sehingga kedepannya pasar menjadi aman dan bebas dari bahan berbahaya.

“Kita menghimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih dan mengkonsumsi produk makanan. Kemudian memastikan produk memiliki izin edar dari Badan POM, yang dapat dicek melalui aplikasi android yaitu Cek BPOM,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares
To Top