Malalak, kaba12 — Kabupaten Agam betul-betul dirundung duka menyusul banyaknya korban berjatuhan akibat serentetan bencana yang terjadi di berbagai kecamatan.
Dampak terparah terjadi di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak yang dihantam bencana banjir bandang, Rabu, (26/11) sore kemarin, yang menyebabkan banyaknya korban dan merusak puluhan rumah warga setempat.
Informasi terakhir yang diperoleh kaba12, setidaknya 13 korban meninggal dunia yang sudah ditemukan dan dievakuasi warga bersama tim SAR gabungan. Saat ini, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan, walau dalam kondisi hujan lebat. Namun, data resmi belum diperoleh dari pihak berwenang, hanya informasi dari warga yang berada di pengungsian.

Sementara korban yang luka-luka sudah dilarikan ke Puskesmas Patamuan,Kabupaten Padang Pariaman,karena ke daerah Padang Pariaman saja, akses jalan yang ada, karena ruas jalan di Malalak, sudah terputus akibat hantaman longsor di berbagai lokasi.
Informasi terkini yang diperoleh kaba12 dari tim amc yang berada di lokasi kejadian saat Bupati Agam Beni Warlis dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah,Kamis, (27/11) siang, selain meninjau lokasi terdampak banjir bandang yang meratakan pemukiman penduduk setempat, juga meninjau posko pengungsian di Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.

Dalam kunjugan itu Bupati Beni Warlis, mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan kebutuhan mendesak warga yang mengungsi. Sejumlah pengungsi menyampaikan kondisi keluarga mereka yang masih hilang, kerusakan rumah, serta kebutuhan logistik di posko.
Bupati dan Gubernur berdiskusi dengan tim SAR mengenai rencana evakuasi warga yang masih terjebak longsor. Upaya pencarian saat ini terkendala cuaca yang masih terus diguyur hujan deras. Aliran sungai kembali meningkat dengan membawa material batu, lumpur, dan kayu sehingga proses penyelamatan menjadi berbahaya dan lambat.

Data terakhir yang diperoleh tim amc dari warga di lokasi pengungsian, 13 korban meninggal dunia telah ditemukan, sementara banyak banyak warga yang masih dalam proses pencarian. Upaya pencarian sendiri terkendala cuaca, dan beratnya medan, termasuk dampak material longsor yang cukup dalam, sehingga menyulitkan petugas dari tim SAR Gabungan.
Sementara Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan, pemerintah provinsi akan segera melakukan perbaikan jembatan yang putus akibat terjangan luapan air agar jalur distribusi bantuan dapat kembali normal, dan meminta proses evakuasi dan penanganan warga terdampak bencana menjadi prioritas.
“Perbaikan jembatan harus segera dilakukan karena ini merupakan satu-satunya akses menuju lokasi bencana. Akses jalan Malalak–Balingka saat ini tidak dapat dilalui akibat banyaknya titik longsor,” ujar Mahyeldi.

Ditegaskannya, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penanganan darurat agar kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, banjir bandang yang meluluhlantakkan wilayah Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, memidu duka mendalam. Saat ini, proses pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan, sementara warga semakin banyak yang dievakuasi ke lokasi pengungsian, karena dampak curah hujan yang sangat tinggi.

Konfirmasi dengan Eki Marlinda, Kabid.KIP Diskominfo Agam, terkait dengan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, masih belum bisa memberikan data resmi, “masih belum bisa dipastikan, tadi siang, ada yang meninggal ada 5 orang. Mungkin informasi yang diperoleh dari warga yang keluarganya tidak ditemukan, kita akan crosscek dulu, “sebutnya.
(HARMEN)
Catatan : Dokumentasi Dari Berbagai Sumber
