Kaba Terkini

Awasi Aktivitas Warga, BPBD Agam Tempatkan Personil di Marapi

Canduang, kaba12.com — Peningkatan aktivitas Gunung api Marapi sepekan terakhir diiringi letusan yang memuntahkan kolom abu dengan intenitas yang terus meningkat hingga Minggu, (15/1) menjadi perhatian khusus unsur terkait.

Sepekan terakhir, PVMBG sudah mengeluarkan status Waspada Level II yang melarang warga mendekati kawasan puncak dengan radius 3 km, pengawasan diperketat.

Bahkan, BPBD Agam untuk mendukung instruksi tersebut, sengaja menempatkan personil untuk mengawasi dan memantau pergerakan warga di kawasan zona bahaya radius 3 km tersebut dengan personil khusus di jalur pendakian proklamator dalam wilayah kecamatan Canduang.

Infromasi yang diperoleh kaba12.com dari Bambang Warsito, kepala BPBD Agam sesuai laporan personilnya di jalur pendakian Proklamator Minggu, (15/1) siang, masing-masing Juliar dan Hamzah, menginformasikan sepanjang Minggu, aktivitas di jalur pendakian proklamator sepi, tidak ada kegiatan pendakian dan aktivitas lain.

Disebutkan Bambang Warsito, phaknya sesuai koordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan dampak erupsi Gunungapi Marapi, menempatkan personil yang memantau khusus jalur pendakian dan aktivitas warga di kawasan kaki gunung api Marapi.

“ Aktivitas warga tetap berjalan normal, terutama kegiatan perkebunan dan aktivitas lain diluar radius 3 km yang ditetapkan. Warga tetap menjalankan kegiatan di kebun markisa yang membentang di sepanjang kaki gunungapi Marapi, “ jelasnya.

Dijelaskan, penempatan personil di jalur khusus pendakian tersebut, untuk memantau pergerakan warga, memberi sosialisasi dan meminta warga untuk mentaati himbauan PVMBG menyusul status waspada level II yang dikeluarkan, “ ini langkah antisipasi yang secara intens kita lakukan untuk masyarakat, “ jelas Bambang Warsito lagi.

Dilain pihak, kepala BPBD Agam itu menyebutkan, sesuai laporan pos pantau dan pos pengamat Gunungapi Marapi PVBMG, aktivitas erupsi masih terus berlangsung hingga Minggu pagi, dengan ketinggia kolom berwarna hitam yang semakin tinggi, “ kita masih update datanya, namun, pengawasan dan pemantauan secara intensif terus kita lakukan, “ tegas Bambang Warsito lagi.

HARMEN

To Top