Ahmad Yani dan Minangkabau Tak Mungkin Jadi Penampungan

Bukittinggi, KABA12.com — Keberatan tim negosiasi P4B terkait penampungan di kawasan Kumango dan Jalan Saudagar, dijawab oleh pemerintah kota Bukittinggi. Walikota melalui Sekda menjelaskan bahwa rencana itu sudah dipikirkan dengan segala kemungkinan yang ada.

Yuen Karnova, Sekretaris Daerah Bukittinggi mengatakan, rencana pembangunan lanjutan penampungan di Jaln Kumango dan Saudagar, akan diperkuat dengan pembukaan akses ke lokasi tersebut nantinya. Salah satunya jalan lereng dan beberapa akses lain, sehingga pengunjung dapat menuju lokasi itu.

“Akses untuk jalan Kumnango dan Saudagar akan dibuka, seperti dari jalan lereng dan sejumlah janjang. Kita tidak mugngkin tempatkan pedagang di tempat yang tidak ada akses. Semuanya sudah kita pikir dan rencanakan,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/03).

Terkait usulan pembangunan lanjutan penampungan di Jalan Minangkabau dan Ahmad Yani, Yuen Karnova menegaskan, bahwa lokasi itu tidak memungkinkan untuk dijadikan penampungan. Karena Pasa Ateh dan Jam Gadang merupakan magnet bagi wisatawan untuk datang ke kota Bukittinggi. Sehingga aksesnya harus terbuka dan lancar.

“Mengenai adanya permintaan tim negosiasi, ini sudah diadakan pertemuan berkali-kali dan sudah disampaikan bahwa usulan itu tidak memungkinkan. Alasannya, kawasan Pasa Ateh dan Jam Gadang merupakan ikon Bukittinggi, kawasan itu butuh akses yang wajib dibuka. Jika dipaksakan, tentu akan menimbulkan masalah baru, seperti timbulnya kesemrawutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yuen menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menyusun perencanaan pembangunan kembali Pasa Ateh. Tentu untuk itu, harus miliki akses yang luas untuk prosesnya nanti.

“Kita akan akomodir aspirasi warga, kami berharap penawaran yang diusulkan itu berupa solusi demi kepentingan bersama. Pasar atas akan segera dibongkar. Jika sepakat, tempati dulu penampungan yang sudah ada. Tapi jika tidak, berarti kita tunggu pembangunan lanjutan. Kita tunggu hasil pembicaraan selanjutnya nanti. Intinya, kita tidak akan ambil keputusan sendiri,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares