Lubukbasung, kaba12.com — Pemkab.Agam dalam melakukan penanganan dan antisipasi pendemi covid 19 terus berlanjut. Setelah sebelumnya serangkaian himbauan dan langkah dilakukan, jajaran pemerintah sudah melakukan kajian untuk menghentikan sistim absensi finger print dengan pola lain.
Direncanakan, sistim finger print akan diganti dengan sistim kartu absensi dengan memakai perangkat khusus. Dimana untuk absensi kehadiran seluruh aparatur pemerintah tetap diberlakukan, dengan perangkat yang berbeda.
Hal itu ditegaskan Sekab.Agam M.Dt.Maruhun menjawab kaba12.com, terkait dengan program antisipasi Pemkab Agam dalam pengananan pendemi covid 19 dalam lingkungan pemerintahan, mengingat perangkat finger print dianggap sebagai media paling rawan dalam penyebaran pendemi tersebut, karena bersentuhan langsung dengan jari-jari tangan.
Disebutkan M.Dt.Maruhun, saat ini pihaknya tengah memesan perangkat khusus untuk sistim absensi menggunakan id-card khusus ASN Pemkab Agam, yang diharapkan bisa menjadi media yang aman bagi ASN dalam menjalankan aktivitasnya.
Sekab Agam itu,mengaku masih mencari solusi sistim dan perangkat yang paling aman untuk kelancaran administrasi kehadiran aparatur pemerintahan di seluruh tingkatan sampai ke tingkat nagari, karena penanganan dan langkah antisipasi pendemi covid 19 harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua unsur.
Saat ini di jajaran Pemkab.Agam, di seluruh kantor OPD, sampai ke tingkat kecamatan dan nagari, sistim absensi yang digunakan masih menggunakan finger print, yang beberapa waktu belakangan mulai memicu kekuatiran, karena sistim absensi itu, langsung menggunakan media jari-jari tangan untuk mendeteksi sidik jari, yang ditengarai rawan penyebaran pendemi covid 19.
Sejauh ini, hingga Rabu,(18/3) tidak diperoleh informasi adanya warga kabupaten Agam yang suspect covid 19 atau masuk dalam orang dalam pengawasan (ODP) terkait dengan pendemi tersebut.
HARMEN
