Lubukbasung, KABA12.com — Pemerintah Kabupaten Agam kembali melanjutkan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) yang sempat dihentikan beberapa waktu lalu akibat belum adanya sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. H. Indra Rusli mengatakan dilanjutkannya vaksinasi tersebut berdasarkan Fatwa MUI No.33 tahun 2018, tanggal 20 Agustus 2018 tentang Penggunaan Vaksin Measles Rubella (MR) Produk dari SII (Serum Institute Of India) untuk imunisasi.
“Kita sudah kirimkan surat tanggal 28 Agustus 2018 Nomor:1014/Dinkes-P2P/VIII/2018 kepada seluruh Puskesmas di Kabupaten Agam untuk melanjutkan kegiatan pelaksanaan kampanye imunisasi MR sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,” ujarnya.
Baca Juga : Dinkes Agam Tegaskan Vaksin Campak dan Rubella Aman
Berdasarkan Fatwa MUI No.33 tahun 2018 tersebut, beberapa ketentuan mengenai vaksin MR yaitunya, pertama, penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.
Kedua, vaksin MR produk dari serum Institue Of India hukumnya haram karena dalam proses produksinya memanfaatkan bahan yang berasal dari babi.
Ketiga, penggunaaan vaksin MR yang merupakan produk dari serum Institue Of India saat ini dibolehkan (mubah) karena beberapa pertimbangan, yaitu ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah) serta belum ditemukannya vaksin MR yang halal dan suci.
Selain itu alasan lain dibolehkannya vaksinasi tersebut karena adanya keterangan ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum ada vaksin yang halal. Selanjutnya kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud, tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin halal dan suci.
Baca Juga : Dinkes Agan Targetkan 13500 Anak Diimunisasi MR
“Tidak ada pemaksaan dalam pemberian imunisasi MR. Jika ada masyarakat atau orangtua yang tidak menginginkan pemberian vaksin kepada anaknya, tidak akan diberikan. Namun kami tetap akan melanjutkan kampanye imunisasi MR sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan hingga September mendatang dengan target 135.000 anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun,” tegasnya.
(Jaswit)
