Agam Dukung Keputusan Gubernur Sumbar, Pembatasan Selektif Pendatang Diberlakukan

Lubukbasung, kaba12.com — Pemerintah kabupaten Agam bersama unsur Forkompimda Agam dukung keputusan gubernur Sumatera Barat untuk tidak memberlakukan lock down, karena hal itu menjadi ranah kewenangan pemerintah pusat.

Keputusan memberlakukan pembatasan secara selektif pendatang yang dari luar Sumatera Barat sudah langsung diberlakukan di wilayah kabupaten Agam sejak Sabtu,(28/3) kemarin, dengan melakukan pengawasan langsung ke lapangan terutama di pintu-pintu masuk ke wilayah kabupaten Agam untuk pemeriksaan kesehatan oleh tim medis melibatkan unsur Satpol.PP, BPBD, TNI-Polri.

Hal itu ditegaskan Bupati Agam Dr.H.Indra Catri dalam jumpa pers terkait perkembangan terkini percepatan penanganan penyebaran covid19 di kabupaten Agam, Minggu,(29/3).

Bupati Agam Indra Catri yang didampingi Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, ketua GT2P Covid19 Kabupaten Agam M.Dt.Maruhun, Asisten I Sekab Agam Rahman, Kadinas Pertanian Arief Restu, kepala Bappeda Welfizar, kepala BKEUDA Hendri G dan beberapa pejabat lain, menegaskan instruksi gubernur Sumbar itu sudah sudah dijabarkan dengan melakukan cek kesehatan oleh tim medis, satpol PP bersama TNI Polri disetiap perbatasan. “Bagi yang terindikasi akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat dan dipertimbangkan akan melakukan karantina selama 2 dua minggu,” jelas Indra Catri.

Dijelaskan, kabupaten Agam perlu mendukung keputusan tersebut, walaupun wilayah kabupaten Agam bukan pintu masuk utama yang berbatas langsung dengan propinsi lain di pulau Sumatera, tapi tidak tertutup kemungkinan pergerakan orang yang masuk tersebut tujuan akhirnya nagari-nagari di Kabupaten Agam.

Diakui Indra Catri, walaupun berbagai bentuk himbauan sudah dilakukan, namun upaya itu masih tidak dapat membendung kedatangan masyarakat dari luar daerah secara penuh. Terbukti 10 hari terakhir ini sekitar 1000 sampai 1500 orang pendatang masuk ke Agam.

Hal itu, sebut Indra Catri, menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi kabupaten Agam untuk menghadang masuknya virus vorona ke Agam, karena tidak tertutup kemungkinan warga yang datang tersebut sudah terpapar virus covic-19 dan menularkannya di kampung mereka masing-masing, “ kita sudah mendeteksi kasus tersebut terjadi di beberapa tempat,” ulasnya.

Ditambahkan Indra Catri, Pemkab.Agam, mendukung sepenuhnya keputusan pembatasan pergerakan regional yang ditetapan pemerintah propinsi. Tapi yang justru tidak kalah ancamannya adalah interaksi sosial dan pergerakan yang dilakukan masyarakat ditingkat lokal seperti antar jorong, antar nagari, antar kecamatan, dan antar kabupaten.

“ Sebagai contoh, kemarin saya sengaja berkeliling mengunjungi beberapa daerah dan ternyata masyarakat kita tidak disiplin dalam melaksanakan himbauan agar melaksanakan social distancing dan physical distancing. Ironisnya, kita sudah himbau untuk sementara tidak menunaikan sholat Jum’at dan majelis pengajian tapi di lapangan pasar-pasar nagari ramai, alek undangan tetap dilaksanakan di banyak tempat, warung-warung kopi tetap buka. Kami minta masyarakat untuk mendukung instruksi pemerintah itu, “ tegas Indra Catri lagi.

HARMEN

0Shares