Lubukbasung, kaba12 — Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Agam sejak beberapa hari terakhir memicu rangkaian bencana banjir, longsor, galodo, hingga ambruknya badan jalan di berbagai kecamatan. Berdasarkan rangkuman laporan lapangan Kaba12, hampir seluruh wilayah terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda-beda.
Di Kecamatan Palembayan, luapan Sungai Batang Nanggang di Nagari Salareh Aia Barat menjerat tujuh warga yang sedang bekerja di ladang. Masih di kawasan yang sama, banjir juga meluas di Muaro Kandang, mengakibatkan akses jalan lintas Sumatera kembali tersendat.
Kecamatan Tanjung Raya turut dilanda bencana. Di Nagari Koto Kaciak, galodo merusak puluhan lahan pertanian dan saluran irigasi. Sementara itu, ratusan hektare sawah di wilayah tersebut masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang tak kunjung mereda.
Wilayah Lubuk Basung juga tidak luput dari dampak. Banjir merendam pemukiman di Jorong Anak Aia Kumayan, membuat aparat dan warga berjibaku melakukan evakuasi serta pengamanan lokasi. Di sisi lain, genangan air turut merendam ruas Jalan Raya Maninjau–Lubuk Basung, menghambat arus kendaraan yang melintas.
Beberapa kecamatan lain seperti Ampek Nagari, IV Koto, Malalak, Banuhampu, dan Palupuah juga melaporkan longsor, banjir, hingga pohon tumbang. Sejumlah jalan utama kembali tertutup material longsor, termasuk jalur Bukittinggi–Medan yang sempat terputus akibat timbunan tebing di kawasan Simpang Patai.
Tidak hanya itu, badan jalan di jalur Simaka dilaporkan ambruk ke jurang, membuat akses putus total dan memaksa warga mencari jalur alternatif.
Menanggapi meningkatnya titik bencana, Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menginstruksikan seluruh camat untuk segera membentuk posko tanggap darurat di wilayah masing- masing.
Bupati menegaskan, “Pembentukan posko tanggap darurat di kecamatan akan mempercepat pendataan, karena bencana yang melanda beberapa kecamatan telah ditetapkan berstatus darurat bencana.”
Ia juga meminta agar setiap posko kecamatan terus berkoordinasi dengan posko kabupaten yang saat ini berfokus pada dua titik utama, yaitu Lubuk Basung dan Banuhampu.

“Sebab kondisi saat ini memiliki potensi bencana yang sangat tinggi, baik longsor, banjir maupun pohon tumbang. Ini perlu kita waspadai bersama,” tegasnya.
Bupati menekankan pentingnya mengidentifikasi warga yang telah dievakuasi serta memastikan kebutuhan logistik mereka terpenuhi. Seluruh OPD yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) diminta melakukan pendataan kerugian serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana berjalan cepat dan menyeluruh.
(TAUFIQ)




