Agam Ajukan 15 Item Bantuan ke BNPB, Usulkan Huntara dan Sewa Rumah Untuk Warga Terdampak

Lubukbasung,kaba12 — Pemkab.Agam usulkan skema bantuan untuk penanganan korban terdampak bencana, khususnya rumah dan pemukiman yang hancur diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Bantuan yang diusulkan, terutama pembagunan kompleks Hunian Sementara ( Huntara ) dan pola sewa rumah untuk warga yang rumahnya rusak dan tidak bisa ditempati.

Khusus di Kabupaten Agam, sesuai data yang dirilis Diskominfo Agam, tercatat sebanyak 1.293 rumah penduduk mengalami kerusakan, masing-masing 600 rusak berat, 359 rusak sedang dan 293 rusak ringan, yang tersebar di 13 kecamatan.

Selain itu, Pemkab.Agam juga mengajukan 15 item jenis bantuan sarana yang sangat mendesak untuk percepatan penanganan dampak bencana pada BNPB yang diharapkan bisa segera terealisasi, mengingat kondisi daerah yang sulit saat ini.

Usulan itu disampaikan Bupati Agam H.Beni Warlis dalam rapat evaluasi penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, bersama Dr.Rustian, Sestama BNPB melalui daring , Selasa, (9/12).

Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian yang memimpin zoom meeting menegaskan, bahwa daerah terdampak bencana yang membutuhkan Huntara agar segera mengajukan usulan resmi ke BNPB.

“Pastikan terlebih dahulu lokasi pembangunan Huntara. Dengan demikian, warga yang rumahnya hancur atau harus direlokasi bisa segera diproses,” ujarnya.

Rustian juga menginstruksikan tim BNPB agar segera meninjau lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk pembangunan Huntara, “apabila lahannya sudah disediakan pemerintah daerah, segera cek lokasi tersebut. Yang terpenting, lahan itu merupakan aset pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, Rustian menyampaikan banyaknya permintaan peralatan, terutama tangki air, di Sumatera Barat. BNPB meminta daerah untuk menyewa sementara karena stok yang terbatas, “yang terpenting kebutuhan air warga tetap terpenuhi. Termasuk fasilitas dapur umum, tidak harus menggunakan mobil khusus, tetapi dapat dibangun dengan cara lain,” katanya.

Menangapi hal itu, Bupati Agam Beni Warlis menyebutkan, keberadaan Huntara sangat mendesak mengingat banyaknya rumah warga yang rusak berat akibat bencana, “kita mengusulkan dua skema ke BNPB. Pertama, pembangunan Huntara bagi 133 KK di Salareh Aia. Kedua, skema sewa rumah bagi 2.731 KK terdampak di nagari lainnya,” jelasnya.

Benni Warlis menegaskan, Pemkab Agam telah menyiapkan lahan aman untuk pembangunan Huntara, “kita memanfaatkan lapangan sepakbola Salareh Aia untuk lokasi pembangunan Huntara. Lokasinya siap ditinjau langsung oleh tim BNPB,” ujarnya.

Disisi lain, terkait dengan penanganan darurat warga terdampak bencana yang tengah dilakukan saat ini, Pemkab.Agam juga mengajukan permohonan penambahan sarana pendukung pada BNPB, untuk percepatan penanganan warga terdampak di lapangan.

Seperti disebutkan Rahmad Lasmono, Kalaksa BPBD Agam, pihaknya mengajukan 15 item tambahan bantuan sarana pendukung untuk penanganan dampak bencana pada BNPB. Usulan tambahan bantuan tersebut, untuk percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di 13 kecamatan di Kabupaten Agam dengan 7 kecamatan terdampak cukup parah.

Saat ini, proses penanganan dampak darurat masih terus berlanjut, terutama di wilayah kecamatan Palembayan, sebagai daerah paling parah terdampak bencana, kemudian Malalak, Tanjung Raya, Matur, IV Koto dan Palupuah,dimana saat ini, puluhan alat berat masih bekerja,bersama tim gabungan penanganan dampak bencana dari berbagai instiyusi.

(HARMEN)

0Shares