Kaba DPRD Bukittinggi

Reses, Dedi Fatria Bacarito Adaik Bersama Mak Katik

Bukittinggi, KABA12.com — Dedi Fatria, anggota DPRD Bukittinggi dari daerah pemilihan Mandiangin Koto Selayan, melaksanakan reses masa sidang I tahun 2018. Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala SOPD, Camat, Lurah, Niniak Mamak, beberapa pengurus DPC PPP Bukittinggi dan ratusan masyarakat kecamatan MKS.

Reses yang dilaksanakan di SLB khusus autis Al Ikhlas, Garegeh, Sabtu (17/03) malam ini, tergolong unik, karena Dedi Fatria sebagai pemerhati disabilitas, menghadirkan beberapa perwakilan Gerkatin dan Pertuni. Selain itu, juga dihadirkan Budayawan Sumatera Barat, Musra Dahrizal atau yang dikenal dengan Mak Katik.

Dedi Fatria, menjelaskan, reses yang ia laksanakan kali ini, memang sengaja dilaksanakan pada malam hari dan mengangkat tema Bacarito Adaik.
Hal ini diupayakan untuk lebih meningkatkan pemahaman adat budaya serta mengimplementasikan
-nya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tema Bacarito Adaik, memang sengaja diketengahkan untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman saat ini. Banyak tatanan kehidupan yang dinilai masih jauh dari adat yang dijalankan generasi muda saat ini. Untuk itu kami hadirkan Mak Katik, untuk memberikan pencerahan bagi warga untuk tidak lupa terhadap adat budaya Minangkabau,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Dedi Fatria juga menginformasikan upayanya melalui pokir untuk mengembangkan UMKM. Hal itu dibuktikan dengan telah diarahkannya sejumlah dana pokirnya tahun 2018 di seluruh kelurahan MKS. Salah satunya, dapur kacang tujin bagi warga Garegeh, yang hasilnya nanti dapat dimanfaatkan oleh warga dan pengunjung Bukittinggi.

Mak Katik, dalam kajiannya menyampaikan, peran Niniak Mamak dan Bundo Kanduang, perlu lebih mengingatkan pola hidup banagari bagi para generasi muda. Salah satu contoh bagaimana menjaga marwah perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Adaek sabatang panjang berasal dari Al Quran. Salah satunya, Alam takambang jadi guru. Ini harus dinalarkan dalam kehidupan sehari-hari. Nan lahia manunjuak an nan batin. Adaek basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah. Syarak Mangato AdaekMamakai.

Selain itu, pada malam yang penuh makna ini, Dedi Fatria juga mengupayakan peminjaman satu unit mesin pembajak sawah dan perontok padi. Keduanya dipinjmakan untuk gapoktan dua kelurahan di MKS, Garegeh dan Koto Selayan dari Dinas Pertanian.

(Ophik)

0Shares
To Top