Lubukbasung, kaba12.com — Dampak sebanyak 9 tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan positif terpapar virus corona, 5 puskesmas di wilayah kabupaten Agam dinyatakan ditutup. Penutupan diberlakuka secara penuh dan warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan diminta mendatangi puskesmas lain yang terdekat.
Data yang dihimpun kaba12.com, 5 puskesmas yang dinyatakan sudah ditutup beroperasi masing-masing puskesmas Biaro, kecamatan Ampek Angkek, Puskesmas Pakan Kamih, Tilatang Kamang, puskesmas Lubukbasung, puskesmas Baso dan puskesmas Lasi, Canduang.
Penutupan operasional pelayanan 5 puskesmas itu dibenarkan juru bicara GTP2 Covid-19 Agam Khasman Zaini di posko utama GTP2 Covid-19 Agam Kamis malam.
Dijelaskan, penutupan operasional dan pelayanan puskesmas tersebut, merupakan protap penanganan covid-19, menyusul 9 tenaga medis yang dinyatakan positif terpapar covid-19 hasil test swab. Selain menutup aktivitas pelayanan, seluruh puskesmas itu, juga disemprot disintektan untuk mensterilkan potensi virus di kompleks puskesmas tersebut.
Selain penutupan operasional lima puskesmas sampai batas waktu yang tidak ditentukan, sepanjang Kamis ini, seluruh kecamatan dan nagari juga bergerak menutup aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional yang ada di seluruh kabupaten Agam.

“ Ini langkah antisipasi dan upaya memutus rantai penyebaran covid-19, karena pasar menjadi salah satu lokasi yang rawan penyebaran virus corona karena banyaknya pendatang yang tidak bisa dideteksi kondisi kesehatannya, “ ulas Khasman Zaini.
Dilain pihak, menanggapi banyaknya tenaga medis yang terpapar, bahkan mencapai 9 orang dari total 13 orang warga Agam yang dinyatakan positif terpapar virus corona itu, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Agam dr.Elvera Susanti, SpP,FAPSR, justru menyarankan seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Agam, mulai dibatasi pelayanannya dengan mengatur jadual piket dan hanya melayani emergency.
“ Sasarannya untuk memutus rantai penyebaran virus corona termasuk untuk kesiapan tenaga kesehatan yang akan diturunkan ke lapangan jika kondisi semakin menguatirkan seperti saat ini, “ sebut Elvera Susanti.
HARMEN
