Bukittinggi, KABA12.com — 33 orang pembuat dan penyaji kopi, atau yang biasa dikenal dengan Barista, ikuti kompetisi penyajian kopi asli Bukik Apik, bertajuk Bukik Apik Coffe Brewing. Kegiatan mengangkat kembali potensi kopi Bukik Apik ini, dilaksanakan di peletaran taman Jam Gadang, Minggu (24/04).
Ketua Panitia, Chef Pedia Ardianto menjelaskan, Indonesian Chef Assosiation sengaja mengadakan Bukik Apik Coffe Brewing bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Bukittinggi, untuk mengembangkan kuliner dan minuman khas dari Bukittinggi. Kompetisi ini diikuti 33 Barista dari berbagai Coffe Shop se Sumatera Barat.
“Dalam kompetisi ini, peserta membuat minuman berbahan dasar kopi Bukik Apik. Rasa dan penyajiannya kita nilai. Peserta terbaik berhak memboyong Piala Bergilir Walikota Bukittinggi. Semoga dengan kompetisi ini dapat lebih mendewasakan diri kita megembangkan potensi kuliner dari Nusantara,” jelasnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan keinginannya untuk mengangkat kembali potensi Kopi Bukik Apik memang sudah lama direncanakan. Kopi Bukik Apik telah memang telah melegenda, namun saat ini semakin sulit ditemui.
“Mencari Kopi Bukik Apik yang asli sekarang sudah semkain sulit. Karena itu dengan kompetensi ini, potensi kopi asli Bukik Apik dapat kembali diperkenalkan di tengah masyarakat bahkan sampai mancananegara. Apalagi diracik dan disajikanoleh para barista professional, pasti semakin menggugah selera,” ungkap Ramlan.
Dalam kesempatan itu Walikota juga mengimbau seluruh hotel untuk menyediakan kopi Bukik Apik. “Mari viralkan Kopi Bukik Apik kita. Mari buat semua orang tau dan menyukai kopi Bukik Apik. Apalagi gaya hidup masyarakat sekarang adalah pecinta kenikmatan tidak mempermasalahkan harga, suka ngopi sambil beraktifitas. Kita ambil kesempatan itu untuk mengembangkan Kopi Bukik Apik kembali,” himbaunya.
Bagi pemenang Bukik Apik Coffe Brewing competition 2018 ini, juga berkesempatan untuk berjualan di taman yang ada, dengan gerobak yang didesain cantik dan sudut sendiri. Sekaligus mengembangkan kuliner asli Bukittinggi.
(Ophik)
