Lubukbasung,kaba12 — Wakil Bupati Agam H.M.Iqbal, apresiasi inovasi yang dilakukan masyarakat Lubukbasung dalam menyemarakkan moment bersejarah peringatan kepindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung yang Sabtu, (19/7) genap berusia 32 tahun.
Dalam moment peringatan 32 tahun Ibukota Kabupaten Agam di Lubukbasung itu, berbagai kegiatan digelar warga terutama berbagai komunitas, seperti halnya komunitas aquascpe, komunitas bonsai dan batu akik yang menggelar pameran dan kontes secara bersamaan di pelataran Selatan GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung.
Kegiatan yang sejak pagi dibanjiri oleh warga Lubukbasung itu, seperti biasa setiap acara bersama masyarakat di Lubukbasung selalu dibuka Wakil Bupati Agam H.M.Iqbal mewakili Pemkab.Agam, Kapolres Agam diwakili Kabag.Ops.Polres Agam, Asisten I Sekab.Agam Rahman,Kepala DPMN Handria Asmi, selaku ketua panitia acar PHBN 2025, Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra, Kadinas Pertanian Arief Restu, Kepala DPKP Rosva Deswira, para walinagari dan pj.walinagari persiaan se kecamatan Lubukbasung pimpinan Bank Nagari dan perwakilan komunitas yang menggelar event perdana di Kabupaten Agam itu.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, karena kegiatan yang digelar, wujud suka cita dan penghormatan terhadap upaya yang sudah dilakukan para tokoh masyarakat Agam dalam mendorong kemajuan daerah dan untuk pelayanan.
Ditambahjakn, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap seni, budaya, dan alam, “batu akik merupakan bagian dari sejarah dan kekayaan alam Nusantara yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Aquascape mengajarkan kita tentang keharmonisan dan kepedulian terhadap lingkungan, sementara bonsai adalah simbol kesabaran dan keindahan dalam kesederhanaan,” ujar Iqbal.
Ia juga berharap kegiatan ini menjadi pemicu kebangkitan komunitas -komunitas kreatif di Kabupaten Agam, karena sektor ekonomi kreatif harus terus difasilitasi dan dikembangkan karena menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.
“Ini adalah awal dari geliat baru. Kita ingin Lubuk Basung tidak hanya dikenal secara administratif, tetapi juga sebagai pusat seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang dinamis,” tambahnya.
Sebelumnya, Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra, selaku penanggungjawab 3 kegiatan komunitas dalam rangkaian peringatan HUT ke-32 Ibukota Kabupaten Agam di Lubukbasung menjelaskan, pameran-kontes aquascape, batu akik dan bonsai, merupakan hal baru yang mengemuka ditengah masyarakat.


Hal itu, ulasnya menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya ide-ide kreatif dari berbagai elemen masyarakat yang intinya bisa mendorong geliat ekonomi kreatif yang diyakini akan berimbas pada berbagai aspek , “kita berharap, event yang digelar bisa mendorong lahirnya berbagai ide kreatif lain, yang sepenuhnya untuk masyarakat, “ulas Ricky Eka Putra.
Peringatan 32 tahun Ibukota Kabupaten Agam di Lubukbasung, yang dimeriahkan dengan berbagai acara diawali dengan 3 event tersebut, berlanjut dengan kegiatan malam apresiasi seni saluang talang saruih di kompleks GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung, Sabtu, (19/7) malam, pertandingan takraw se Sumatera yang akan dibuka tanggal 25 Juli mendatang,serta pentas hiburan rakyat di Manggopoh, 26 Juli mendatang.
(HARMEN)
