Kaba Bukittinggi

3.330 Pelaku Usaha di Bukittinggi Dapat BPUM di 2021

Bukittinggi, KABA12.com — Kementrian Koperasi dan UKM, monitoring penerima program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Sumatera Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Selasa (12/10).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatra Barat, Nazwir, menjelaskan monitoring ini diikuti oleh 11 pokja dari 11 kabupaten kota se Sumatra Barat.

“Hingga saat ini, Banpres Produktif Usaha Mikro telah disalurkan untuk Sumatra Barat sebanyak Rp 338,9 milyar. Bantuan itu didistribusikan kepada 282 ribu lebih UKM di Sumbar,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, didampingi Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Mira Rosy Yanti, mengapresiasi bantuan dari pusat untuk UKM melalui BPUM ini. Bantuan ini tentu menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam Penanggulangan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ini program luar biasa dan mudah mudahan tahun depan dapat dilaksanakan kembali. Bantuan stimulus yang diberikan ini adalah program yang sangat membantu warga Bukittinggi, khususnya mereka yang bergerak di bidang UKM,” ujar Erman.

Wako memaparkan, khusus Bukittinggi, terdapat 7454 UMKM yang tersebar di tiga kecamatan. Pihak pemko telah mengusulkan BPUM pada tahun 2020 lalu, sebanyak 6586 pelaku usaha dan terealisasi untuk 3274 pelaku usaha. Sedangkan tahun 2021, terealisasi untuk 3330 pelaku usaha.

“Masih terdapat 2762 pelaku usaha lagi, belum mendapat realisasi BPUM. Kami berharap, program ini dapat berlanjut di tahun depan. Selain itu, kami juga meminta program pembimbingan dari Kementrian untuk UMKM, agar dapat menata mindset pelaku usaha kita menjadi pengusaha besar,” ujar Erman Safar.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Usaha Mikro, Edi Syatria, menjelaskan, sejak April 2020 lalu, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Koperasi dan UKM, telah memberikan bantuan dalam bentuk stimulus, kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi covid-19, salah satunya dengan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

“Bantuan berupa hibah ini, pada tahun 2020 lalu diberikan kepada pelaku usaha dengan nilai Rp 2,4 juta. Sementara, untuk tahun 2021 ini, setiap pelaku usaha mendapat bantuan Rp 1,2 juta. Penurunan ini, didasarkan pada alokasi program pemulihan ekonomi nasional. Namun demikian, jumlah penerima tidak berkurang dari tahun lalu. Ini kebijakan dari anggaran pusat. Kami berharap, Banpres ini dapat bermanfaat bagi UKM penerima dalam menjalankan usaha dan memperbaiki perekonomian mereka,”ujar Edi.

(Ophik)

To Top