Tanjung Raya, kaba12.com — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Raya mengungkapkan rasa duka cita atas meninggalnya dua orang siswa sekolah itu setelah mengalami kecelakaan lalulintas, Senin (23/11) kemarin.
Kedua korban merupakan siswa kelas X bernama Jetva Zaki jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Raihanatul Fajri jurusan Teknik Pendingin Tata Udara (TPTU) warga Nagari Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Keduanya tewas usai mengalami kecelakaan lalulintas di jalan penghubung Lubukbasung-Batukambing persisnya di Lolo, Jorong II Balai Ahad, Kecamatan Lubukbasung.
Waka Kesiswaan SMK N 1 Tanjung Raya, Masnur, S.Ag, M.Si menyebutkan, sebelum mengalami kecelakaan kedua korban sempat mengikuti pembelajaran kejuruan di ruangan kelas.
Setelah mengikuti pembelajaran, korban langsung berangkat pulang sekitar pukul 12.00 WIB. Namun nasib naas menimpa mereka, keduanya mengalami kecelakaan lalulintas saat ditengah perjalanan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat sekitar pukul 13.30 WIB.

“Saya mendapat kabar kedua siswa itu kecelakaan pada pukul 14.00 WIB setelah mendapat telepon dari petugas parkir RSUD Lubukbasung karena melihat lambang SMK N 1 Tanjung Raya di baju korban,” ujarnya saat dikonfirmasi kaba12, Selasa (24/11).
Ia menyebutkan, setelah mendapat telepon dari petugas parkir, dirinya langsung menuju RSUD Lubukbasung untuk memastikan keduanya adalah siswa SMK N 1 Tanjung Raya. Saat tiba di RSUD, pihak Satlantas Polres Agam tengah mengambil data-data korban, dan langsung melakukan olah TKP di lokasi.
“Setelah itu, orang tua dari kedua korban langsung tiba di RSUD untuk menyelesaikan proses administrasi. Kemudian, kedua jenazah dibawa ke rumah duka di Nagari Sitanang untuk disemayamkan dan dimakamkan,” katanya.
“Kedua jenazah langsung dimakamkan di pandam pemakaman keluarga usai sholat Maghrib,” tambahnya.
Menurut informasi kronologis yang diperoleh, korban terlalu ke kanan saat berkendara di jalan lurus. Sehingga roda turun ke bahu jalan, dan sepeda motor tidak dapat dikendalikan, kemudian korban jatuh ke badan jalan.
“Penyebab kecelakaan ini kami dari pihak sekolah belum mengetahui pasti. Namun dugaannya kedua korban mengalami kecelakaan tabrak lari, karena sepeda motor tidak rusak parah,” terangnya.
Ia menambahkan, saat kejadian tidak ada saksi yang melihat peristiwa kecelakaan ini di TKP. Namun setelah kecelakaan ada pengendara atau warga yang lewat dan melihat korban sudah tergeletak di badan jalan dengan kondisi bersimbah darah. Kemudian warga setempat melaporkan kejadian ini ke Puskesmas Lubukbasung dan Satlantas Polres Agam untuk dievakuasi ke Rumah Sakit, serta dilakukan penyelidikan di TKP.

“Sayangnya kedua korban tidak menggunakan helm saat berkendara. Jika seandainya menggunakan helm, pasti lain lagi ceritanya. Tapi gimana lagi, yang namanya ajal tidak bisa dihindari,” katanya.
Sementara itu pihak keluarga berharap jika memang kecelakaan tabrak lari, yang menabrak diminta pertanggungjawaban dan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara kasus kecelakaan ini sudah diserahkan ke pihak Kepolisian untuk di proses lebih lanjut.
Waka Kesiswaan ini mengungkapkan, bahwasanya kedua siswa yang tewas akibat kecelakaan merupakan anak yang baik dan rajin. Keduanya dikenal rajin mengumpulkan segala tugas sekolah. Direncanakan, Rabu besok pihak sekolah bersama Wali Kelas dan teman korban akan bertaqziah ke rumah kedua korban.
“Kami atas nama SMK N 1 Tanjung Raya turut berduka dan merasa kehilangan atas meninggalnya dua orang siswa kami. Mudah- mudahan segala amal dan ibadah diterima di sisi yang Maha Kuasa” ungkapnya.
(Bryan)
