Lubukbasung, kaba12.com — Sebanyak 14 pekerja asal Banjar Negara, Jawa Tengah, yang rencananya akan mengerjakan proyek di rumah dinas bupati Agam tertahan lebih dari 3 jam di pool Gumarang, Kubang, Lubukbasung karena terlambatnya tim medis dari Dinkes Agam.
Masyarakat yang mulai paranoid terhadap pandemic covid19 di kabupaten Agam, apalagi sejak dilakukan pengawasan terhadap bus-bus AKAP yang masuk ke wilayah kabupaten Agam, terpaksa melakukan tindakan pengawasan 14 pekerja yang dibawa bus pariwisata merek dinding Lange Multa tersebut di kawasan pool, sampai petugas medis datang melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan mereka.
Kedatangan rombongan pekerja asal Banjar Negara, Jawa Tengah yang ditengarai luput dari deteksi tim gabungan, karena sebelumnya yang diawasi adalah bus-bus AKAP yang biasanya membawa penumpang dari jalur pulau Jawa berbasis di Lubukbasung, namun berkat peran masyarakat, informasi kedatangan rombongan itu langsung terdeteksi dan dilaporkan pada petugas yang langsung mendapat pengamanan oleh tim gabungan, walau petugas medis terlambat.
Ketua GT2P Covid19 Agam M.Dt.Maruhun, membenarkan adanya laporan tersebut, dan sudah mengintruksikan tim medis untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan, “ saat ini masih dalam proses pemeriksaan dibantu tim gabungan, “sebut M.Dt. Maruhun.

Disebutkan, pemerintah berterimakasih pada masyarakat yang sudah berperan dalam pengawasan penyebaran pandemic covid19 tersebut, dan ikut membantu para pekerja yang datang dari Jawa Tengah itu, untuk mengikuti SOP yang sudah diberlakukan secara nasional itu, “ wajar masyarakat resah, dan kita berterimakasih, dan saat ini sudah dalam proses pemeriksaan, “sebut M.Dt.Maruhun lagi.
Ditegaskan, seluruh pekerja yang rencananya akan berkegiatan di kediaman bupati Agam tersebut, berada dalam pengawasan khusus tim GT2P Covid19 kabupaten Agam, dan diharapkan mengikuti isolasi mandiri yang diawasi oleh koordinator pekerja mereka.
HARMEN
