12 Tim Medis RS Yarsi Diisolasi

Bukittinggi, KABA12.com — Dampak dari keluarnya hasil swab seorang pasien yang meninggal dunia, Rabu (08/04) kemaren, membuat pihak Rumah Sakit Ibnu Yarsi Bukittinggi, mengeluarkan kebijakan untuk menutup sementara IGD Yarsi. Selain itu, sejumlah tim medis di rumah sakit tersebut, juga langsung diisolasi.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyebutkan, 12 tim medis di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, diisolasikan menyusul keluarnya hasil test pasien dalam kondisi hamil 8 bulan yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 yang ditangani tim medis tersebut. Karena saat dibawa ke RS Yarsi, tim medis ini yang menangani pasien itu.

“Setelah dilakukan rapat tadi malam didapatlah ada 12 tim medis di RS Yarsi yang bersentuhan langsung dengan pasien itu. Kami dapat kabar juga sudah diisolasi untuk antisipasi,” ungkap Wako Ramlan, Kamis (09/04).

Tidak hanya tim medis, lanjut Wako, warga yang tinggal didekat rumah korban yang ikut membantu membawa ke Rumah Sakit juga dilakukan isolasi karena disaat itu ada warga yang langsung bersentuhan memegang korban saat dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, pasien positif terpapar Covid-19 dalam kondisi hamil 8 bulan tersebut dilarikan ke rumah sakit Yarsi pada Senin (06/04) karena mengalami kejang-kejang. Dimalam itu juga, pasien tersebut dirujuk ke RS M. Jamil Padang karena kondisinya terus menurun. Pasien meninggal pada Rabu (08/04) pagi yang sebelumnya pihak rumah sakit telah melakukan swab terhadapnya.

Rabu sore laboratorium Unand mengeluarkan hasil test swab pasien itu yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Melihat kondisi demikian, pemerintah Kota Bukittinggi akan memetakan lokasi zona merah di wilayahnya.

“Nanti siang kita akan rapat untuk memetakan lokasi zona merah ini,” sebutnya.

(Ophik)

0Shares