Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 1000 guru non PNS Bukittinggi yang tergabung dalam Ikatan Guru Honor Indonesia (IGHI) menerima subsidi bulanan atau tunjangan kesejahteraan periode Juni hingga Desember 2019.
Penyerahan secara simbolis diberikan langsung Walikota, di gedung pertemuan rumah dinas walikota, Senin (23/12).
Ketua IGHI Bukittinggi, Drs. H. El Sofyan, menjelaskan, guru honor atau guru non PNS ini, terdiri dari guru Paud, TK, SD, SMP, MTS, Ponpes se kota Bukittinggi.
Tunjangan kesejahteraan yang diserahkan hari ini, merupakan tunjangan kesejahteraan untuk semester II, periode Juli sampai Desember 2019.
Guru non PNS Bukittinggi, berjumlah 1000 orang. Untuk hari ini, masing masing guru non PNS akan menerima Rp 2.450.000,- per orang nya. Sehingga tunjangan kesejahteraan untuk giro non PNS yang berasal dari APBD Bukittinggi tahun 2019 ini berjumlah, Rp 2,4 milyar.
“Kami atas nama guru non PNS mengucapkan terima kasih atas perhatian walikota dan pemerintah kota serta DPRD yang telah memperhatikan kesejahteraan kami guru non PNS di Bukittinggi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja. Harapannya, untuk masa akan datang, pemko dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan guru non PNS di Bukittinggi sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pemerintah kota tetap komit untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu upaya dengan membangun sejumlah sekolah yang representatif sesuai standar dan dilengkapi dengan sarana mushalla.
“Tujuannya bagaimana sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak anak kita. Mereka nyaman belajar di sekolah. Tidak hanya belajar, namun sekolah dapat menjadi sarana pendidik dan meningkatkan iman dan taqwa pelajar. Kami juga tengah menyusun program bagaimana pelajar sebelum tamat SD sudah dapat menjadi imam, minimal bagi lingkungan kecilnya,” ujar Ramlan.
Selain pendidikan formal untuk pelajar, pemko melalui TP PKK juga telah melaksanakan sekolah keluarga. Dimana, para orang tua juga diberikan pengayaan dalam menata keluarga yang berkualitas, hidup nyaman dan dapat mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan.
Terkait tunjangan kesejahteraan guru non PNS ini, Wako mengaku kesejahteraan guru baik pns maupun non pns, menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kami mohon maaf, tidak banyak yang bisa kami berikan. Namun untuk tahun 2020 mendatang, insya Allah sudah kami naikkan menjadi Rp 400 ribu per bulan. Kami akan terus upayakan bersama DPRD untuk menaikkan tunjangan itu. Kami juga rencanakan, tiga orang guru berprestasi di tahun 2020 mendatang, akan diberikan reward umrah gratis dari pemko Bukittinggi,” tegas Wako diiringi tepuk tangan riuh para guru yang hadir.
(Ophik)
