Tanjung Sani, kaba12 — Duka mendera kecamatan Tanjung Raya dampak bencana longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah itu Jumat dini hari.
Wilayah terparah yang dilanda bencana longsor dan banjir bandang, adalah Nagari Tanjung Sani, terutama di Jorong Pantas, yang menyebabkan banyak rumah warga dan berbagai sarana lainnya rusak parah dilanda longsor.

Yang memilukan, 2 warga dinyatakan meninggal, masing-masing Arina Sofia dan suaminya Hariadi St. Pamenan yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang.
Bahkan, Arina Sofia hingga Jumat siang ini masih dalam proses pencarian dan diduga tertimbun material longsor serta material bangunan rumah yang ambruk dihantam banjir bandang.

” Arina Sofia masih dalam pencarian, sementara Hariadi St. Pamenan sudah dikebumikan keluarga,” ungkap Roza Syefridienti, Camat Tanjung Raya.
Roza yang berhasil mendatangi lokasi longsor dan memantau proses pencarian Arina Sofia di Jorong Pantas mengguna -kan speed boat dari dermaga Muko-Muko itu menyebutkan, upaya pencarian melibatkan personil gabungan TNI -Polri, PMI dan BPBD Agam dibantu warga setempat.
” Mudah-mudahan beliau segera ditemukan,” ungkap Camat Tanjung Raya itu.
Disebutkan Roza Syefridienti musibah longsor dan banjir bandang di jorong Pantas sangat luar biasa, bahkan 2 anak Hariadi St. Pamenan yang rumahnya dihantam longsor, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang di danau Maninjau dan berhasil menggapai karamba jaring apung, sehingga bisa selamat, sementara kedua orangtuanya tidak berhasil menyelamatkan diri dari hantaman longsor dan tertimbun tanah dan material bangunan rumah.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12 dari Asisten I Sekab. Agam Rahman dan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam proses pembersihan material longsor di wilayah nagari Tanjung Sani masih berlanjut menggunakan alat berat.
” Kita menyisir dari arah Muko-Muko ke Tanjung Sani, karena cukup banyak titik longsor yang harus dibersihkan, kita prioritaskan membuka akses jalan,” sebut Bambang Warsito.
-HARMEN-
