Lubukbasung, kaba12 — Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan ada satu kewajiban penting yang tidak boleh dilupakan oleh umat islam, yaitu zakat fitrah, yang menjadi penutup dan menyempurnakan rangkaian puasa selama sebulan penuh.
Zakat fitrah tidak hanya berkaitan dengan kewajiban sosial, tetapi juga makna spiritual yang mendalam, ibadah ini menjadi sarana untuk membersihkan jiwa sekaligus membantu saudara – saudara yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Fitri nantinya.
Allah SWT berfirman:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri 9dengan beriman dan beramal saleh).” (QS. Al-A’la:14)
Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini juga berkaitan dengan makna penyucian diri melalui zakat, termasuk zakat fitrah yang ditunaikan menjelang Idul Fitri.
Tidak hanya itu, kewajiban zakat bagi umat muslim, dapat kita termukan pada Surat Al-Baqaraha ayat 43, dan At- Taubah ayat 103.
Rasulullah SAW juga bersabda mengenai tujuan zakat fitrah, dalam sebuah hadist:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan atas setiap jiwa dari kaum muslimin” (HR. Bukhari 1503 & Muslim no.984)
Dari hadist diatas, dapat dipahami bahwa zakat fitrah memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai penyempurna ibadah puasa agar bersih dari kekurangan yang mungkin terjadi selama Ramadhan.
Sementara itu, yang kedua sebagai bentuk kepedulian sosial agar kaum fakirdan miskin juga dapat merasakan kebahagiaan saat Idul Fitri.
Sahabat kaba12, zakat fitrah biasanya ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok seperti beras, atau dapat juga diganti dengan nilai uang yang setara sesuai ketentuan yang berlaku di daerah masing – masing.
Oleh sebab itu, menjelang akhir Ramadhan ini menjadi waktu yang tepat untuk memastikan kewajiban tersebut telah ditunaikan. Selain itu, memenuhi kewajiban agama, zakat fitrah juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
Maknanya, melalui zakat fitrah Ramadhan tidak hanya meninggalkan jejeka ibadah pribadi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Semoga ibadah yang dilakukan sepanjang jalan bulan suci ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal kebaikan dalam kehidupan.
(TAUFIQ)
