Bukittinggi, KABA12.com — Bertambahnya kasus positif covid-19 di Bukittinggi, membuat pemko semakin memperketat PSBB di Kota Wisata. Kamis (07/05), Bukittinggi dikejutkan dengan dinyatakannya tiga warga Bukittinggi yang notabene petugas medis dan petugas kebersihan rumah sakit, positif covid-19.
Direktur RSAM, dr. Khairul, menjelaskan, untuk RSAM sendiri, ada dua yang positif covid-19. “Hasil swab sudah keluar, ada dua petugas kita yang positif covid-19. Satu fungsional penunjang, warga Agam dan satu petugas kebersihan warga Bukittinggi,” ungkapnya saat dikonfirmasi KABA12.com, Kamis (07/05).
Untuk itu, Pemko Bukittinggi meminta warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena covid-19 ini tidak bisa dilihat langsung wujudnya. Apalagi yang tiga warga kota Bukittinggi yang positif covid-19 saat ini, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Kalau OTG semakin susah kita tentukan, sebelumnya apakah orang itu positif atau tidak, karena memang tidak ada gejala. Nah, bahayanya, karena tanpa gejala, tentu kalau keluar rumah bisa saja tertulae ke yang lainnya. Contohnya, informasi yang didapat, salah satu OTG kita ada yang ke pasar sebelum hasil swab keluar. Tentu tidak tertutup kemungkinan ada yang tertular lainnya, makanya kita tracking cepat,” ujar Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Untuk itu, Wako meminta warga untuk tetap menahan diri di rumah. Patuhi aturan PSBB, karena memang penyebarannya begitu cepat dan tidak diketahui siapa yang akan terkena.
“Kami terus himbau agar warga tetap waspada. Jangan keluar rumah kalau tidak perlu. Wajib pakai masker dan rajin cuci tangan. Yang sakit kita upayakan penyembuhan, warga yang sembuh jangan sampai sakit. Mari putus mata rantai penyebarannya,” tegas Wako.
Selanjutnya, dengan penambahan kasus ini, karena besok hari Jumat, Pemko kembali mengimbau untuk tidak melaksanakan shalat Jumat dulu dan menggantinya dengan shalat zuhur di rumah masing- masing.
(Ophik)
