Jakarta, KABA12.com — Setelah pada 6 Juni 2017 lalu melakukan presentasi dihadapan tim sebagai salah satu Nominator kota peraih Adipura, kali ini Walikota Bukittinggi kembali melakukan presentasi di depan tim penilai, sebagai nominator Niwasita Tantra 2017.
Bertempat di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta, Kamis (06/07), Walikota Ramlan Nurmatias memaparkan program dan kebijakan pengelolaan lingkungan di Kota Bukittinggi dihadapan tim yang diketuai oleh Dr.Suhaeri dengan anggota beberapa orang pakar Henry Subagiyo, SH, MH, Prof.Dr. Hariadi.K, Chalid Muhammad, SH, Brigitta Isworo Laksmi.
Dalam eksposenya, Ramlan Nurmatias menyampaikan berbagai program dan kebijakan terhadap 3 (tiga) isu yang menjadi prioritas dari 10 (sepuluh) isu strategis meliputi tingginya timbulan sampah, pencemaran sungai Batang Agam dan ketersediaan air bersih.
Inovasi dan kreatifitas Walikota dalam pemberian keranjang belanja untuk 11 ribu anggota dasa wisma yang dapat mengurangi pemakaian kantong plastik kresek sebanyak 5.148.000 helai / tahun dengan tidak menggunakan APBD tetapi melibatkan BUMN melalui dana CSR-nya, serta pembentukan bank sampah dengan pola tukar sampah dengan emas ternyata menarik perhatian tim penilai.
Ekspose dan tanya jawab yang berlangsung lebih dari 1,5 jam tersebut mampu memukau tim penguji kagum khususnya terkait dengan inovasi dan kreatifitas Walikota dalam menangani persoalan pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan parkir, keamanan kota, penanganan persoalan yang datang dari kabupaten tetangga seperti sampah hingga penanganan macet dalam kota.
Salah seorang tim penilai, Prof. Dr.Hariadi.K mengungkapkan kekagumanya dengan inovasi yang dilakukan Walikota bersama pemko Bukittinggi itu.
“Saya belum pernah mendengar selama ini kata –kata “sampah itu tidak perlu ditakutkan” sebagaimana yang diungkapkan Walikota. Ini luar biasa dan sangat memotivasi,” ujarnya.
Sementara itu, tim penilai Chalid Muhammad, SH yang secara diam – diam pernah datang ke Bukittinggi juga mengagumi inovasi Walikota dalam menata Bukittinggi serta pengelolaan kebersihan kota dan memberikan saran untuk menambah daya tarik terhadap pasar yang ada.
“Bukittinggi tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli tetapi juga harus dapat menjadikan pasar yang berseni dengan dibuat berwarna – warni sebagaimana corak dari kain songket, dengan melibatkan para anak – anak muda kreatif,” pungkasnya.
Dijelaskan, Bukittinggi dianugerahi sebagai nominator peraih anugerah Nirwasita Tantra tahun 2017 setelah tim melakukan penilaian terhadap 40 Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD). Alhasil, kota Wisata berhasil masuk sebagai 8 kota nominator terbaik di Indonesia bersamaan dengan kota lainnya yakni Surabaya, Probolinggo, Pasuruan, Blitar, Cirebon, Bontang dan Balikpapan.
Nirwasita Tantra merupakan penghargaan dari pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan atau program kerja untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup dengan bertumpu pada prinsip pembangunan berkelanjutan.
Pemenang dari Nominator ini akan diumumkan satu minggu setelah pemaparan ini melalui website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pemberian hadiah akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi nantinya pada tanggal 27 Juli 2017 bersamaan dengan pemberian Piala Adipura.
Hadir dalam ekspose tersebut, Sekdako Yuen Karnova, Ketua TP PKK Yesi Ramlan, Ass.III Zet Buyung, Kadis Lingkungan Hidup Supadria, Kadis Pertanian Melwizardi, Kadis PU, Oktavianus, direktur PDAM, Murdi Tahman dan Sekretaris DKK, Mardison.
(Ophik)
