Bukittinggi, KABA12 — Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, berkunjung ke Kota Bukittinggi. Rombingan didambut hangat Wali Kota Bukittinggi, di Balai Kota, Selasa (02/06).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Dubes RI untuk Jepang ke Kota Bukittinggi. Wako menjelaskan, kondisi dan sejarah Bukittinggi yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948 lalu. Sehingga sudah sepatutnya, Bukittinggi diperjuangkan sebagai salah satu Daerah Khusus di Indonesia.
“Bukittinggi ini merupakan tanah kelahiran sang proklamator Bung Hatta dan banyak pahlawan serta tokoh nasional lain. Bukittinggi pernah jadi ibukota negara saat PDRI 1948. Bukittinggi pernah jadi ibukota Sumatra, ibukota Sumatra Tengah dan pernah jadi ibukota Sumatra Barat. Banyak hal yang bisa diambil secara sejarah dan budaya di Bukittinggi. Bahasa Indonesia juga lahir di Bukittinggi, melalui penyusunan Ejaan Vam Ophuisen,” ungkap Wako.
Lebih lanjut, Wako menyampaikan, Sumatra Barat memiliki potensi besar bidang pariwisata. Bukittinggi jadi salah satu daerah yang menjadi magnet pengunjung ke Sumbar, karena memiliki daya tarik wisata yang mencakup wisata alam, budaya dan sejarah
“Kami tentu berharap, pemerintah pusat juga banyak melaksanakan kegiatan skala nasional dan internasional di Sumatra Barat, khususnya di Bukittinggi. Sehingga pariwisata kita makin dikenal dan dapat dinikmati wisatawan mancanegara,” jelasnya.
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan, kedatangannya ke Kota Bukittinggi, dalam rangka memberi masukan dan dorongan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, untuk meningkatkan informasi pariwisata. Sehingga dengan hal itu, pemerintah dapat memperkuat kerjasama dengan negara Jepang, khususnya bidang pariwisata.
Ia menilai, Bukittinggi memiliki banyak potensi, terutama bidang pariwisata. Tentu banyak yang bisa dilakukan, bagaimana menghidupkan dan meningkatkan pariwisata Bukittinggi, sehingga bisa diminati oleh warga Jepang.
“Masyarakat Jepang butuh kepastian dan perencanaan untuk berkunjung ke suatu daerah, terutama untuk liburan. Mereka butuh informasi sederhana terkait fasilitas umum yang bersih dan nyaman.
Pemko Bukittinggi didorong untuk bekerjasama dengan tour and travel, dalam rangka menyiapkan materi promosi pariwisata, terkait perencanaan perjalanan para wisatawan. Sehingga orang asing yang datang ke Sumbar khususnya ke Bukittinggi, bisa mendapat informasi jelas dari awal.
“Sehingga beberapa bulan sebelum melakukan perjalanan, mereka sudah mengetahui mau nginap di mana, mau belanja ke mana, toiletnya ada di mana dan lain sebagainya. Masyarakat Jepang sangat peduli dan teliti dengan toilet, kebersihan dan porsi atau rasa dari makanan,” ungkapnya.
Sejarah Kota Bukittinggi ini, lanjut Kartini, sangat menarik bagi warga luar negeri, khususnya Jepang. Untuk bisa dijual ke luar, cerita sejarah itu, diharapkan bisa disiapkan atau dipaparkan dengan sejumlah bahasa asing.
“Sejarah Bukittinggi yang disampaikan Bapak Wali Kota tadi, luar biasa. Mungkin orang Indonesia sendiri tidak banyak yang tahu. Apalagi masyarakat luar negeri. Nah ini akan menambah daya tarik, tapi kita dorong, story nya itu disiapkan dalam bahasa asing, Bahasa Inggris, Bahsa Jepan dan bahasa lainnya,” tambah Kartini.
Dengan pertemuan ini, Pemko Bukittinggi berharap, wisata Bukittinggi makin dikenal dan diminati masyarakat luar negeri, khususnya Jepang. Sehingga upaya dari Kota Perjuangan ini, menghasilkan sesuatu yang maksimal dan berdampak positif bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Ophik)