Wabup Agam Apresiasi Antusias Warga-Perantau Saksikan Festival Rakik- Rakik Maninjau

Maninjau, KABA12 — Wakil Bupati Agam Irwan Fikri bersama forkopimca menghadiri acara Festival Rakik-Rakik yang digelar di tepian Danau Maninjau di Pantai Panyinggahan, Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Sabtu (22/4).

Dalam kesempatan itu, wakil bupati mengaku takjub melihat penampilan berbagai ornamen rakik-rakik. Ia juga mengapresiasi antusias masyarakat dan para perantau yang ikut menyaksikan Festival Rakik-Rakik di Maninjau.

“Antusias masyarakat dan perantau sangat tinggi menyaksikan Festival Rakik-Rakik ini. Kami dari pemerintah daerah tentunya mengapresiasi dan berharap kegiatan ini bisa menghibur mereka di momen lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa jumlah penonton yang menyaksikan acara tahunan ini meningkat 3 kali lipat daripada tahun sebelumnya. Hal ini diiringi dengan adanya kelonggaran aturan bagi pemudik untuk pulang ke kampung halaman.

“Kita melihat banyak penonton yang menyaksikan acara ini, bahkan jumlahnya membludak 3 kali lipat dari pada tahun lalu,” ujarnya.

Ditambahkan, event rakik-rakik diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan UMKM di Danau Maninjau seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Wabup berharap semangat gotong royong yang ada dalam acara ini bisa dijaga dengan baik supaya dapat tetap konsisten untuk melaksanakan festival rakik -rakik setiap tahunnya.

“Kita berharap tradisi ini harus senantiasa dijaga dan dilestarikan serta diwariskan, karena memiliki nilai dan makna yang terkandung didalamnya,” katanya.

Sementara itu, Walinagari Maninjau, Alfian menyebutkan, event Rakik-rakik merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya saat momen lebaran dengan tujuan menghibur masyarakat dan perantau yang pulang ke kampung halaman.

Dijelaskan, rakik-rakik adalah sebuah rakit (kendaraan apung) terbuat dari bambu yang dihiasi dengan lampu togok dan LED warna warni dan dirangkai menyerupai ornamen bangunan seperti rumah gadang, masjid, jam gadang dan ornamen lain.

“Event rakik-rakik ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Maninjau yang rutin dilaksanakan setiap lebaran Idul Fitri,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah pemuda terlihat berada di atas rakik-rakik tersebut untuk mengoperasikannya. Selain itu mereka juga memainkan kesenian tambua tansa, hingga meriam bambu untuk menyemarakkan acara.

Bahkan letusan kembang api turut menambah kemeriahan festival rakik-rakik yang digelar pada malam hari.

(Bryan)

0Shares