Lubukbasung,kaba12 — Viral di berbagai media, termasuk di media sosial terkait pernyataan Epi Suardi, anggota Komisi II DPRD Agam, yang menyorot pembelian mobil dinas baru untuk Bupati dan Wakil Bupati Agam, sementara kondisi daerah sedang “paceklik” termasuk dampak bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai kecamatan saat ini.
Kepada kaba12, Epi Suardi menyebut, dalam sidang DPRD Agam, Senin, (2/2/2026) pihaknya menyuarakan penolakan pengadaan mobnas baru itu bersama anggota dewan lain diantaranya Marga Indra Putra.
Disebutkan kepada kaba12, terkait dengan mobil dinas baru, Ketua DPRD Agam justru mengembalikan mobil dinasnya pada pemerintah dengan berbagai pertimbangan, sementara Bupati-Wakil Bupati Agam justru dibelikan mobnas baru.
“Sangat disayangkan, dalam situasi daerah yang serba sulit, akibat efisiensi bahkan tak satupun kegiatan pembangunan sarana pisik yang bisa dilaksanakan, ditambahkan dampak bencana yang terjadi, membuat kondisi keuangan daerah justru semakin sulit, tetapi pemerintah justru memberi kendaraan baru, “ungkapnya prihatin.

Epi Suardi, dari fraksi Partai Hanura itu, juga menyorot soal dana Silfa APBD 2025 sebesar Rp.65 Miliar yang hingga saat ini tidak jelas , “kami akan pertanyakan hal itu secara lebih detail dalam forum-forum khusus dengan pemerintah, “tegasnya serius.
Secara khusus, Epi Suardi bersama beberapa anggota DRPD Agam lainnya berharap, soal rencana pembelian mobnas baru tahun 2026 itu, dipertimbangkan dan dibatalkan ,karena kondisi daerah, “kita sangat sayangkan hal itu bisa terjadi,”ulasnya.
Namun, hingga Senin malam, tanggapan resmi dari Pemkab.Agam terkait dengan viralnya pernyataan Epi Suardi terkait dengan masalah pengadaan mobnas baru itu,belum diperoleh walau, pertanyaan resmi sudah disampaikan pada Sekab.Agam Dr.M.Lutfie, yang terlihat hanya penjelasan Diskominfo Agam di media sosial milik Pemkab.Agam.
(HARMEN)
