Jakarta, KABA12.com — Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per April 2017, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 328,17 miliar atau setara dengan Rp 4.365 triliun (kurs hari ini). Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya yang tercatat hanya USD 326,45 miliar serta Desember 2016 yang hanya USD 317,27 miliar.
Seperti dilansir merdeka.com, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 328,17 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.
Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 163,88 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,99 miliar. Total utang keduanya adalah USD 167,87 miliar. Total utang ini naik dibanding bulan sebelumnya yang hanya USD 166,09 miliar.
Sedangkan, porsi utang swasta tercatat sebesar USD 160,3 miliar. Angka ini juga naik tipis dibanding bulan sebelumnya di USD 159,99 miliar.
Sementara itu, utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 27,93 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 132,36 miliar.
Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 10,17 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation mencapai USD 122,19 miliar.
Disisi lain, Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada April 2017 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya.
(Dany)
