Pasbar, kaba12.com — Warga yang berada wilayah terdampak gempa Jumat,(25/2) lalu, masih dihadang beragam tantangan. Seperti halnya sepanjang Senin,(28/2) ini, hujan deras deras sejak sore mengguyur daerah Pasaman Barat dan Pasaman, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Bahkan, Senin,(28/2) malam, sekitar pukul 22.30 WIB, dampak hujan deras ditambah labilnya kondisi tanah pasca diguncang gempa, mengakibatkan ruas jalan Kajai, Limpato, kecamatan Talamau longsor.
Yang memprihatinkan, informasi yang diperoleh kaba12.com, dari Yudi, tim 113RFS (113 Rescue for Sumbar) yang juga tim pusat data Damkar Agam yang memperoleh informasi dari Iryanus, personil Damkar Pasaman Barat, menyebutkan, akibat longsor yang menerjang wilayah Kajai, Limpato, mengakibatkan akses jalan putus tertimbun material lumpur.
Bahkan, dilaporkan setidaknya 4 kendaraan dengan jumlah penumpang sepanjang 20 orang warga asal Lubukbasung, kabupaten Agam, dari Padang, Bukittinggi dan warga setempat terjebak di kawasan yang diterjang longsor tersebut.
Mirisnya, rombongan tersebut, terjebak saat hujan lebat yang mengakibatkan tanah longsor, usai mengantarkan bantuan di daerah Kajai, Nagari Limpato, kecamatan Talamau, sehingga rombongan tidak bisa keluar dari kawasan dari dua titik ruas jalan yang harus dilalui, putus akibat timbunan longsor.
Upaya evakuasi, sangat sulit dilakukan, selain hujan lebat, dan jalur jalan yang masih sangat rawan potensi longsor, ditambahkan tidak adanya penerangan di kawasan itu, membuat warga yang terjebak memilih bertahan di lokasi tersebut.
“ Proses evakuasi kemungkinan baru bisa dilakukan Selasa besok, karena sangat rawannya kondisi di lokasi kejadian, mudah-mudahan tidak ada hal luar biasa, dan 20 warga yang terjebak aman, “ ungkap Yudi menirukan informasi dari Iryanus.
Informasi terkini yang diperoleh kaba12.com, 20 warga yang terjebak longsor itu, dievakuasi ke posko penanganan pasca bencana di wilayah Kajai, dan berupaya mencari jalur keluar dari kawasan itu Senin malam ini.
HARMEN
