Pasbar, kaba12.com — Jumlah korban dampak bencana gempa di daerah Pasaman Barat masih terus bertambah. Sesuai update data yang diperoleh kaba12.com, tercatat sebanyak 6 meninggal dunia, 20 orang luka berat yang kini masih dalam perawatan intensif di RSUP.M.Djamil, Padang.
Sementara hingga Senin,(28/2), tercatat sebanyak 8.000 warga Pasaman Barat, mengungsi di 8 lokasi, dengan data kerusakan yang masih terus bertambah yang saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas gabungan.

Data yang diperoleh kaba12.com dari BNPB, seperti dijelaskan Bambang Warsito, kepala UPT BNPB Regional Sumatera, Senin, (28/2), 6 warga yang meninggal berasal dari kecamatan Talamau, masing-masing Asri Dewi Lestari (23), warga Jorong Limpato, yang dalam kondisi hamil 6 bulan.
Kemudian Habil,(1,5), warga jorong Limpato, Neni Herawati,(47) warga Jorong Limpato, Yasnimar,(73), warga Kampung Tangah, Jorong Pasa Lamo, Nagari Kajai, Lawiyah,(70), warga Kampuang Pasia, Nagari Kajai, meningal di RS.Ibnu Sina, Simpang Ampek, Pasaman Barat dan Endrawati, (51) warga Jorong Lubuak Landua, Nagari Air Kuniang, kecamatan Pasaman yang meninggal Senin,(28/2) pagi setelah menjalani perawatan intensif di RS.Ibnu Sina, Simpang Ampek, Pasaman Barat.
Disebutkan di Pasaman Barat, kecamatan Talamau merupakan yang terparah terdampak gempa, dengan kerusakan bangunan yang menyebar di berbagai nagari, baik sekolah, rumah penduduk dan sarana pemerintahan.
Dampak guncangan gempa juga banyak merusak bangunan di kecamatan Kinali, kecamatan Pasaman, dengan kerusakan rumah warga masing-masing rusak berat 217 unit, rusak sedang 249 dan rusak ringan 63 unit, kemudian di kecamatan Luhak Nan Duo, kecamatan Gunung Tuleh dan kecamatan Sungai Aur.
Ditambahkan, saat ini tercatat sebanyak 8.000 warga mengunggsi di 15 titik, masing-masing di Jorong Timbau Abu sekitar 1.000 orang pengungsi, jorong Musik Simpang 1.500 orang, lapangan sepakbola jorong Limpato 1.000 orang, lapangan sepakbola Kampuang Tangah, Jorong Pasa Lamo 1.000 orang, kantor bupati Pasaman Barat 2.800 ornag, di Sukomananti, kecamatan Pasaman 200 orang dan 9 titik di depan rumah warga dengan mendirikan tenda.

Upaya penanganan dan distribusi bantuan, disebutkan Bambang Warsito, masih terus dilakukan dimana tim pendamping dari BPBD Sumbar dan BNPB terus melakukan pemantauan dan evaluasi, bahkan dijadualkan Sestama BNPB akan kembali meninjau dan mengevaluasi penanganan pasca bencana di dua daerah terdampak gempa tersebut, Selasa,(1/3).
HARMEN
