Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 200 pelaku pariwisata yang mnejadi ujung tombak kepariwisataan Bukittinggi, ikuti pembinaan sadar wisata di hotel dymens, Senin (08/10).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas pariwisata pemuda dan olah raga (Disparpora) kota Bukittinggi ini, dibuka Wakil Walikota Bukitinggi, Irwandi.
Kabid pariwisata dan ekonomi kreatif, Disparpora Bukittinggi, Suzi Yanti, menjelaskan, pembinaan sadar wisata tahun ini, diikuti oleh 200 peserta. Pertemuan dibagi dua termen, dimana setiap termennya dilaksanakan satu hari dengan 100 peserta dihari pertama dan 100 peserta di hari kedua. Peserta terdiri dari 50 orang juru parkir, 20 orang fotografer obejk wisata, 60 orang sopir angkutan umum Bukittinggi. Selanjutnya, juga diundang 50 orang pedagang di objek wisata, dan juga 20 orang pemusik jalanan.
“Tahun ini kita mengangkat tema, melalui pelatihan sadar wisata, kita tingkatkan pemahaman tentang kepariwisataan,” ujarnya.
Kadisparpora Bukittinggi, Erwin Umar, menjelaskan kegiatan pembinaan sadar wisata, merupakan program rutin tahunan dari Disparpora Bukittinggi sejak tahun 2016 lalu. Untuk tahun ini, pembinaan sadar wisata dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa 8-9 Oktober 2018.
“Pembinaan sadar wisata, dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pehamanan bagaimana para ujung tombak pariwisata di kota Bukittinggi dapat memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Kami harapkan dengan pembinaan ini, para ujung tombak pariwisata dapat semakin memberikan pelayanan terbaik dengan landasan sapta pesona,” jelasnya.
Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, menyampaikan, Pemko Bukittinggi memang menjadikan pariwisata, perdagangan dan jasa sebagai program prioritas dan inti dari RPJMD. Untuk itu, bidang pariwisata terus dibenahi termasuk para ujung tombaknya ini.
“Semua kita sudah tahu, Bukittinggi dianugerahi wisata alam yang indah, bahkan diakui sebagai salah satu kota terindah didunia. Dengan bertambahnya kunjungan, tentu akan menghasilkan multiplayer effect, terutama pada peningkatan perekonomian masyarakat. Diantaranya, meningkatkan pendapatan pedagang, fotografer, angkutan umum, pemusik jalanan, juru parkir, kusir bendi dan beberapa bidang lainnya,” ungkap Irwandi.
Wawako berharap, para ujung tombak harus dapat memberikan informasi yang benar kepada pengunjung dan memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan. Dengan semakin membaiknya pelayanan, tentu akan memberikan kesan yang baik untuk pengunjung yang datang ke kota Bukittinggi.
“Berikan kesan yang baik dari ujung tombak pariwisata kepada pengunjung. Kunci pariwisata itu, bikin aman dan nyaman para pengunjung. Dengan kesan yang baik itu, akan menjadi promosi paling hebat dalam bidang pariwisata itu sendiri. Karena kesan yang baik, akan sangat mendukung pariwisata kita sehingga lebih menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Bukittinggi ini,”jelas Wawako.
Dalam kegiatan pembinaan sadar wisata ini, ada lima narasumber. Kepala Disparpora, Erwin Umar, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah, Abdi. Praktisi pariwisata, M. Zukri Zul dan juga Roni Falian serta praktisi pariwisata, Jonika Amdodii, motivator SDM.
(Ophik)
