Sitingkai, KABA12.com — Masyarakat jorong Sitingkai nagari Koto Rantang, kecamatan Palupuah pertahankan tradisi turun temurun dalam prosesi pemotongan hewan qurban.
Masyarakat Sitingkai betul-betul mengedepankan semangat keluargaan dalam pelaksanaan pemotongan hewan dan pembagian daging qurban.
Keunikan tradisi pemotongan hewan qurban di wilayah itu, selain melibatkan panitia dari unsur pemuda, yang menghadirkan seluruh elemen masyarakat.
Daging qurban yang dilapak di jalan utama Sitingkai itu, sengaja dibagi untuk seluruh jiwa warga jorong Sitingkai nagari Koto Rantang, Palupuah.
Seluruh warga tak terkecuali anak-anak mendapatkan jatah daging kurban yang disembelih di wilayah itu.
Kontributor kaba12.com Bambang Warsito yang sengaja menyaksikan prosesi unik pemotongan hewan qurban di Sitingkai Jumat siang menyaksikan ratusan warga tumpah ruah ke jalan menerima jatah daging qurban dari panitia.
“Yang menarik, tidak ada protes tidak ada komplain dari masyarakat, semua mendapat bagian yang sama,” sebut Bambang.
Menurut Masri Tuanku Agam (64) tokoh masyarakat Sitingkai, tapi malapah hewan qurban di jalan umum itu sudah berlangsung turun temurun.
Tradisi unik ini bertahan dan tinggal satu-satunya di Sitingkai, dimana seluruh warga dalam kekuarga mendapatkan jatah daging qurban,” ada 5 jiwa dalam 1 rumah, semua mendapatkan jatah daging qurban, tanpa terkecuali,” jelasnya
Tradisi lain dilestarikan warga Sitingkai, daging korban dibagikan untuk seluruh masyarakat pun tanpa kupon, tapi proses pembagian daging berjalan dengan tertib dan lancar,” tradisi seperti ini sudah turun temurun diwarisi masyarakat dari urang tuo di jorong Sitingkai Palupuah,” sebut Masri Tuanku Agam.
Disebutkan, pihaknya bersama masyarakat berupa mempertahankan tradisi tersebut, dimana untuk tahun ini jumlah hewan qurban 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dibagikan untuk lebih dari 500 jiwa warga jorong Sitingkai.
Masri Tuanku Agam bahkan menyebut, masyarakat yang kebetulan lewat di jalan lokasi malapah daging qurban tersebut juga diperbolehkan untuk mengambil daging qurban yang disediakan panitia.
“Intinya, tradisi warisan urang tuo kami, filosofi hari raya qurban sepenuhnya untuk berbagai dan bersilaturrahmi yang dilandasi keikhlasan,” ulas Masri Tuanku Agam.
Prosesi pemotongan hewan qurban usai shalat Idul Adha Jumat pagi itu, mendapat perhatian luas masyarakat sehingga ruas jalan yang digunakan untuk prosesi tahunan itu menjadi tontonan warga.
(Harmen)
