Paninjauan, KABA12 — Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Kemendikbud Ristek RI akan menggelar Festival Danau Maninjau (FestDaMa) 2024 di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Festival ini akan berlangsung selama tiga hari dari Senin hingga Rabu, 29-31 Juli 2024.
Walinagari Paninjauan, Rusdi menyampaikan bahwa pemerintah nagari bersama masyarakat setempat telah mempersiapkan berbagai acara untuk memastikan kesuksesan festival tahun ini. Undangan acara juga telah disebarluaskan kepada nagari se- Kecamatan Tanjung Raya dan anggota Ikatan Keluarga Nagari Paninjauan (IKNP).
Ia menyebut, tema FestDaMa yang diambil tahun ini adalah “Mamabangkik Batang Tarandam dalam Masyarakat Paninjauan,” dengan fokus pada budaya tradisional Bahondoh yang diangkat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) nasional.
“Tradisi Bahondoh ikut memeriahkan rangkaian kegiatan FestDaMa di Nagari Paninjauan. Tradisi ini merupakan ritus pertanian masyarakat di Salingka Danau Maninjau yang akan turun ke sawah untuk mengolah lahan pertanian,” ujarnya, Minggu (28/7).
Menurut Rusdi, FestDaMa 2024 dinilai akan menjadi panggung bagi tampilan seni tradisional, dengan penekanan pada budaya lokal, khususnya tradisi bahondoh dari Paninjauan.

Sesuai rencana, acara akan dibuka langsung oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek dan dihadiri Gubernur Sumatera Bara, Bupati Agam serta OPD terkait. Setiap harinya acara akan diisi dengan tampilan kesenian anak nagari dari 10 nagari yang ada di Salingka Danau Maninjau .
Ia menjelaskan rangkaian acara akan dimulai pada Senin (29/7) malam dengan pemutaran film kebudayaan di Pasar Nagari Paninjauan.
Selanjutnya pada Selasa (30/7) pagi akan diawali dengan tradisi bahondoh, yang merupakan ritus pertanian masyarakat Salingka Danau Maninjau.
Kemudian, arak-arakan bundo kanduang dengan pakaian adat, dan diiringi oleh ninik mamak se-Nagari Paninjauan.
“Setelah itu penyambutan tamu VIP akan dilakukan dengan silek galombang 12, diikuti oleh pembukaan festival oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Ristek RI,” ungkapnya.
Selain itu, festival tahun ini akan menampilkan atraksi pelepasan Simuntu ke hutan sebagai simbol pelestarian lingkungan dan menjaga hutan. Kemudian dilanjutkan dengan permainan anak nagari, dan penampilan kesenian tradisional oleh 5 tim kesenian dari Salingka Danau Maninjau pada Selasa malam.
Ia menambahkan Rabu (31/7) festival akan dilanjutkan dengan seminar nasional bertema “Pelestarian Kebudayaan Salingka Danau Maninjau” yang digelar di aula kantor Camat Tanjung Raya. Selain itu, akan ada eksebisi memasak makanan tradisional berbahan rinuak oleh TP PKK nagari se- Tanjung Raya, serta lomba menggambar di pasar Nagari Paninjauan yang diikuti sekitar 300 murid TK se-Kabupaten Agam.
Penutupan festival akan diadakan pada malam hari dengan penampilan 5 tim kesenian dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba.
“Festival ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar nagari serta melestarikan budaya tradisional Minangkabau,” katanya.
(Bryan)
